Kasus Pencabulan Kian Marak, Komnas Perlindungan Anak Malut Mengecam Keras Pelaku

ANALISAPUBLIK.COM | Sofifi – Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) Provinsi Maluku Utara saat ini telah mempelajari beberapa kasus pencabulan anak dibawah umur yang kini marak terjadi akhir-akhir pekan ini. Khususnya kasus pencabulan yang baru saja terungkap di Kota Ternate, Maluku Utara, yang melibatkan ayah kandung korban sendiri.

Ketua Komnas PA Malut Rais Dero, pelaku dalam kesehariannya merupakan seorang sopir angkutan kota (Angkot) berinisial SD (36), sedangkan anaknya sebut saja mawar (nama samaran) yang masih berusia 16 tahun harus menanggung beban karena sedang dalam kondisi hamil 5 bulan yang diakibatkan oleh perlakuan bejat ayahnya.

Mendengar kronologi tersebut, Komnas PA Malut selaku lembaga independen yang bertugas untuk memberikan pembelaan dan perlindungan terhadap anak di Indonesia khususnya diprovinsi Malut mengecam keras tindakan tidak terpuji tersebut, dan mendesak Polres Ternate untuk menjerat pelaku kejahatan seksual dengan hukuman yang setimpal.”pintanya.

Hukuman bagi para pelaku cabul terhadap anak dibawah umur sudah jelas tertuang dalam Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Dalam pada pasal 76D menyebutkan, Setiap orang dilarang melakukan kekerasan atau ancaman, kekerasan memaksa anak melakukan persetubuhan dengannya atau dengan orang lain.

“Sementara itu dalam pasal 76E disebutkan bahwa, setiap orang dilarang melakukan kekerasan atau ancaman kekerasan, memaksa, melakukan tipu muslihat, melakukan serangkaian kebihongan, atau membujuk anak untuk melakukan atau membiarkan dilakukan perbuatan cabul,” kata Rais Dero, melalui release yang diterima reporter analisapublik.com, Kamis, (14/3).

Mengingat bahwa pelaku juga merupakan orang tua kandung korban, maka oleh ketentuan UU RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak, hukuman yang tepat terhadap pelaku ditambahkan 1/3 (sepertiga) dari pidana pokoknya maka bisa diancam dengan ancaman penjara seumur hidup.

“Pelaku sudah pantas pula dikenakan hukuman tambahan berupa kebiri melalui suntik kimia, mengingat perbuatannya sangat memalukan dengan tega menghilangkan masa depan anaknya sendiri, perbuatan pelaku juga masuk ke dalam kategori kejahatan luar biasa setara dengan kejahatan korupsi dan narkoba,” terangnya

Untuk memberikan pertolongan serta perlindungan korban, Komnas PA Malut akan melakukan koordinasi dengan semua stakeholder. “Kami juga akan berkoordinasi dengan Dinas Sosial Kota Ternate, Dinas Kesehatan Kota Ternate dan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Ternate untuk melakukan pertolongan sosial dan pemeliharaan kesehatan korban sampai pada proses persalinan, diusahakan tetap dalam pengawasan,” pungkasnya. (MST)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *