Harga Jagung Murah, Melalui TMMD Tekan Biaya Angkut

PEMALANG | ANALISAPUBLIK.COM –
Sampai bulan maret 2019 ini petani di Desa Jatiroyom masih ada yang memanen jagung. Proses pasca panen meliputi pemipilan dan penjemuran jagung agar rendaman air (kadar air) dalam jagung turun sehingga mencapai standar yang ditentukan oleh perusahaan pakan ternak sebesar 15 % – 17%. Petani Jatiroyom banyak menanam Jagung hibrida varietas 18.1, saat ini rata-rata produksi per Hektar sebanyak 3 ton jagung pipilan kering. Namun sayang dan musim panen kali ini harga di pasaran tingkat petani sangat murah, untuk biaya produksi saja masih kurang.

Hal ini seperti diungkap oleh Tarono (56 tahun) warga Rt 09/ Rw 03 Desa Jatiroyom.” Saat ini harga jagung pipilan kering tingkat petani hanya dihargai Rp. 3.500 (tiga ribu lima ratus rupiah) per kilo. Jadi kami rugi, hanya untuk bayar pupuk saja masih kurang.” katanya.

Memang saat ini harga jagung pasaran secara nasional juga mengalami penurunan, sehingga ketika petani mengeluh menjadi keniscayaan. Karena salah satunya adanya panen raya sehingga stock melimpah, dengan menganut teori pasar maka harga akan turun.

“Faktanya saat ini panen terjadi dimana-mana, seperti di Tanah Karo, Simalungun, Lampung Timur, Gorontalo, Tanah Laut, Pandeglang, Grobogan, Blora, Bojonegoro, Tuban, Lamongan, Sragen, Wonogiri, Boyolali, Bone, Jeneponto, Bolaang Mongondo, dan Minahasa Selatan. Harga mulai turun dari Rp 5.200 – Rp 5.400 per kilogram menjadi Rp 4.300 – Rp 4.700 per kilogram dengan kadar air 15%-17%,” ungkap Kepala Sub Direktorat Jagung dan Serealia Andi Saleh saat dimintai keterangan, Jumat, (15/2/2019) seperti yang dikutip dari tribunnews.com.

Keluhan Tarono ini ditanggapi oleh Dansatgas TMMD reguler 104 kodim 0711 Pemalang melalui Pasinter (Perwira Seksi Teritorial) Kapten Sarmin yang menyatakan bahwa turunnya harga jual jagung yang dipengaruhi oleh harga pasar nasional akan tetapi melalui kegiatan fisik dan non fisik di TMMD reguler 104 kodim 0711 Pemalang yang dilaksanakan di Desa Jatiroyom berusaha meminimalkan biaya-biaya lain seperti biaya angkut pasca panen.

Dengan adanya jalan yang dibangun oleh Satgas TMMD reguler 104 kodim 0711 Pemalang ini diharapkan biaya transportasi atau biaya angkut pasca panen lebih murah karena kendaraan bisa sampai di dekat ladang. Tentunya dengan koordinasi lintas sektoral diharapkan petani di Desa Jatiroyom ini lebih sejahtera. (WAN/RED)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *