Hubungan Mancala Dengan TMMD Reguler Pemalang

PEMALANG | ANALISAPUBLIK.COM – Permainan mancala (Inggris) adalah permainan tradisional yang di Jawa disebut congklak, dakon/dakonan, di Lampung dengan nama dentuman lamban, sedangkan di Sulawesi dinamakan Mokaotan, Maggaleceng, Aggalacang atau Nogarata. Permainan rakyat turun temurun dan semua tahu cara memainkannya.

Peralatan yang digunakan yaitu 98 biji congklak (biji tumbuhan, batu kecil, cangkang kerang, kelereng dan plastik) serta papan yang terdapat 16 buah lubang (14 lubang kecil yang saling berhadapan dan 2 lubang besar di kedua sisi).

Awal permainan 14 lubang kecil diisi 7 buah biji dan mulainya berlawanan arah jarum jam. Permainan dianggap selesai bila sudah tidak ada biji lagi yang dapat diambil atau seluruh biji ada di lubang besar dan pemenangnya adalah yang mendapatkan biji terbanyak. Terkait hubungan dengan TMMD Reguler 104 Kodim 0711 Pemalang, Koptu Totok, anggota Jurnalistik TMMD dari Kodim, menjelaskan kepada Diana (12) SDN 01 Jatiroyom di warung es milik Ida (50) Dusun/Desa Jatiroyom Rt. 08 Rw. 03 Kecamatan Bodeh bahwa, permainan tersebut dituntut terampil dalam memilih lubang biji yang akan dimainkan guna mengambil biji lawan.

“Namun sisi lain atau edukasi yang saya tanamkan adalah, bahwa didalam hidup kita harus optimis dan bekerja keras untuk mendapatkan sesuatu. Namun jika telah cukup, hendaknya kita berbagi sedikit kenikmatan kepada sesama khususnya orang yang tidak mampu,” jelasnya, Sabtu (16/3/2019).

Sedangkan bagi Ida penjual, Totok merupakan pelanggan baru yang sering nongkrong jika haus karena mencari minuman yang murah meriah, sehabis bekerja di sasaran fisik TMMD maupun mencari dokumentasinya, selain menjadi magnet bagi anak-anak lainnya. (WAN/RED)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *