Kemenristekdikti Fokus Membangun Pendidikan Online

Tingkatkan angka partisipasi kasar pendidikan tinggi.

ANALISAPUBLIK.COM | Biak Numfor – Angka partisipasi kasar pendidikan tinggi di Indonesia saat ini adalah 34, 58 %, diakui dalam renstra 2015 – 2019 targetnya 50 %. Di tahun terakhir pencapaiannya 34,58%.

Untuk percepatan pencapaian APK yang maksimal di tahun 2019 Kementrian Ristek Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) akan mendorong peningkatannya melalui metode pembelajaran online.

Oleh sebab itu dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) kepala dan sekretaris lembaga layanan pendidikan tinggi se-Indonesia Tahun 2019 mengambil tema “Meningkatkan Fungsi dan Peran LLDIKTI Mendukung Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi yang Terbuka Fleksibel dan Bermutu”, dan akan berlangsung selama tiga hari pada tanggal 21 sampai 23 Maret 2019 di Asana Hotel Biak, Papua.

Rakornas dibuka oleh Direktur Jendral Kelembagaan IPTEK DIKTI, Dr. Ir. Patdono Suwignjo, M.Eng.Sc. Ia mengatakan, “Beberapa negara di Asia seperti Thailand, dan Malaysia memiliki APK yang mencapai 90 %. Itu karena, sebagian besar dicapai melalui pendidikan online. Di kita, pendidikan online masih sangat sedikit. Semua pencapaian APK dilakukan dengan metode pembelajaran face to face, ini akan sangat mahal dilakukan di Indonesia untuk mencapai APK 50 % atau lebih besar,” katanya pada Kamis (21/3).

Ia menjelaskan di tahun 2019 APK akan dipercepat melalui metode pembelajaran online. Sesuai dengan tema Rakornas yang adalah pendidikan tinggi yang terbuka artinya, pendidikan yang bisa di nikmati okeh siapa saja tanpa batasan usia dan bisa dilakukan di mana saja.

“Oleh sebab itu, di tahun 2019 perguruan tinggi yang sudah bagus, yang akreditasi institusinya “A” , akan di dorong untuk melaksanakan pendidikan online,” tuturnya.

Dengan metode pembelajaran online pekerjaan tidak menghalangi seseorang untuk menempuh pendidikan. Pertanggal 1 April 2019 Ditjen Kelembagaan IPTEK DIKTI akan membuka ijin melaksanakan tinggi secara online sambil menunggu Indonesia Cyber Univercity Institute yang tugasnya mengurus universitas mana saja yang boleh melakukan pendidikan online.

Sementara itu, bagi LLDIKTI Wilayah 14 Papua dan Papua Barat yang berada di Kabupaten Biak Numfor, oleh kepala LLDIKTInya Dr. Suriel S. Mofu, S.Pd., M.Ed. TEFL., M.Phil menyatakan mendukung sepenuhnya rencana pemerintah tersebut.

“Rencana pembelajaran online LLDIKTI di wilayah 14 akan mendukung sepenuhnya dengan mengsosialisasikan program tersebut dengan upaya mendorong masyarakat di wilayah kerja kami untuk mengikuti program tersebut”, kata Mofu. (JER)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *