Kemenhub Berikan Harapan Penerbangan Perintis Gayo Lues

ANALISAPUBLIK.COM | Gato Lues – Akhirnya Kementerian Perhubungan memberikan harapan bahwa penerbangan perintis di kabupaten Gayo Lues tidak dihapus.

Melalui Badan Penelitian dan Pengembangan mengundang Kepala Dinas Perhubungan Gayo Lues ke Jakarta untuk membahas sekaligus meninjau kembali hasil final report penelitian evaluasi pelaksanaan angkutan udara perintis penumpang di Korwil Nagan Raya Tahun 2018.

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Gayo Lues, Nopal menyebutkan, rapat tersebut dilaksanakan atas dasar permohonan Kepala Kantor Unit Penyelenggara Bandar Udara Nagan Raya No. 95/AU.004/CND-2019 serta Surat Bupati Gayo Lues tentang usulan Rute Penerbangan Perintis ke Gayo Lues No. 553/85/2019.

“Kita ketahui sebelumnya bahwa hasil penelitan pusat litbang Kemenhub rute Perintis ke Gayo Lues tidak layak dipertahankan atau diusulkan untuk dihapus akibat minimnya penumpang,” ujarnya, Sabtu (23/03/2019).

Nopal menjelaskan, pada pertemuan tersebut turut hadir Kepala Puslitbang Transportasi Udara, Perwakilan Direktorat Perhubungan Udara, Kepala Dinas Perhubungan Aceh, dan Kepala Koordinator Wilayah Nagan Raya, yang membawahi Bandara Patiambang Gayo Lues.

“Disitu kita membahas keberatan atau penolakan pengapusan beberapa rute penerbangan perintis di Aceh, termasuk Gayo Lues. Dan Alhamdulillah Kementerian Perhubungan menanggapi positif usulan Pemerintah Kabupaten Gayo Lues dan mereka akan meninjau kembali rute penerbangan perintis dari dan ke Gayo Lues seperti biasa untuk tahun 2020. Sedangkan untuk tahun 2019 dan sementara ini terakomodir hanya rute Gayo Lues-Medan. Sementara Gayo Lues-Banda Aceh akan ada pengalihan rute dari daerah lain. Saat ini penerbangan tersebut masih dalam proses tender,” kata Kadis Perhubungan.

Kementerian Perhubungan meminta Kabupaten Gayo Lues agar dapat menyiapkan data pendukung, seperti data daerah sering terjadi bencana longsor, jauh dari pusat ibu kota provinsi dan moda transportasi darat lainnya kurang memadai. Untuk kelangsungan penerbangan Pemerintah Daerah juga diminta pro aktif membuat program agar pesawat selalu terisi minimal 70% dari jumlah seat yang ada.

“Kalau kita ingin rute penerbangan ini tetap jalan, maka kita berharap semoga masyarakat kita dapat memanfaatkan penerbangan ini sebagai alat transportasi bila berpergian,  arena kalau tahun 2019 ini juga target penumpang tidak terpenuhi, maka akan tipis harapan kita mempertahankan penerbangan ini,” jelasnya. (Amin lingga)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *