Penipuan CPNS Diamankan Kejati Sumut

ANALISAPUBLIK.COM | Medan – Tim Intel gabungan Kejagung, Kejatisu dan Kejari Sibolga berhasil mengamankan Heppy Rosnani Sinaga yang telah diincar keberadaanya selama 10 bulan.

Heppy Rosnani Sinaga yang merupakan penipu CPNS di Tapanuli Tengah sebesar Rp 160 juta ditangkap di kediaman keluarganya pada hari Minggu (14/4/2019) sekira pukul 20.45 Wib di Kompleks Surya Jalan Sejahtera No 10 Medan Helvetia, Kota Medan.

“Kami dari Kejari Sibolga menyampaikan aspirasi kepada Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara di bawah pimpinan pak Leo Simanjuntak, dimana kami berkolaborasi bekerja sama dalam rangka program Tangkap Buronan (Tabur) terpidana penipuan CPNS, Penangkapan dilakukan setelah terpidana buron selama 10 bulan.” Ucap Kejari Sibolga Timbul Pasaribu didampingi Kasi Penkum Kejatisu, Sumanggar Siagian kepada wartawan di Kejatisu Jalan AH Nasution Medan, Senin (15/4/2019).

Dalam kasus ini, terpidana telah mempunyai putusan berkekuatan hukum tetap berdasarkan putusan Mahkamah Agung Nomor : 31 K/PID/2017 Tanggal 06 April 2017. Dimana pihak kejaksaan telah menyurati terpidana untuk pelaksanaan eksekusi kepada terpidana untuk menjalani hukuman akan tetapi terpidana selalu menghindar hingga akhirnya dikeluarkan DPO untuk Heppy pada Juli 2018, lalu.

“Terpidana sempat lolos ketika menyampaikan memori kasasi ke PN Sibolga. Setelah perkaranya divonis Mahkama Agung (MA), kami sebagai eksekutor telah melakukan beberapa kali pemanggilan namun tidak diindahkan. Dasar penangkapan menyusul keluarnya putusan MA Nomor : 31 K/PID/2017 Tanggal 6 April 2017, yang menghukumnya selama 2 tahun penjara dan petikan putusannya diterima Mei 2018,” uraiannya.

Heppy juga sempat mengajukan upaya hukum luar biasa Peninjauan Kembali (PK) di Pengadilan Negeri ((PN) Sibolga, akan dieksekusi namun kembali berhasil menghindar. Terpidana juga masih dibutuhkan terkait dengan perkara penipuan penerimaan CPNS yang sedang disidangkan di Pengadilan Negeri Sibolga atas nama terdakwa lain (mantan Bupati Tapteng Raja Bonaran Situmeang, red)

Rencananya buronan berstatus terpidana tersebut pada hari itu juga akan dibawa sekaligus diinapkan di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Sibolga. Hakim MA menjatuhkan vonis 2 tahun penjara karena meyakini Heppy terbukti bersalah melakukan tindak pidana Pasal 378 KUHP pidana .

Yakni dengan maksud hendak menguntungkan diri sendiri atau orang lain dengan melawan hak, baik dengan akal dan tipu muslihat, karangan perkataan-perkataan bohong supaya memberikan suatu barang.

Sementara mengutip dakwaan penuntut umum, mantan Bupati Tapteng Raja Bonaran Situmeang menyuruh terpidana Heppy Rosnani Sinaga mencari peserta seleksi CPNS di lingkungan Pemkab TA 2014. Terpidana dan suaminya (berkas terpisah) juga ada melaporkan mantan orang pertama di Pemkab Tapteng tersebut ke Poldasu.

Saksi korban Holmes Roy Simanjuntak sudah dua kali mengikuti seleksi CPNS namun tidak lulus juga. Padahal orang tuanya mengalami kerugian dengan total keseluruhan sebesar Rp160 juta. (Acong Sembiring)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *