Sidang Lanjutan Korupsi DAK Mantan Bupati Katingan

ANALISAPUBLIK.COM | Palangka Raya – Tim Jaksa Penuntun Umum pada kasus Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada korupsi Dana Alokasi Khusus (DAK) Kabupaten Katingan sebesar Rp. 100 milyar yang di dakwakan kepada Ahmad Yantenglie mantan Bupati Katingan, pada Sidang lanjutan di Pengadilan Tipikor Palangka Raya, menghadirkan saksi mantan Kabag Hukum Katingan serta pihak Bank BTN Cabang Pondok Pinang Jakarta Selatan pada Senin (15/4/2019).

Sustin anggota Tim JPU mencecar Kepala Kas Bank BTN Cabang Pondok Pinang Jaksel Ari Nurtrinald Guna, dengan pertanyaan mekanisme pembuatan rekening dan tabungan deposito dana DAK Rp. 100 miliar milik Pemkab Katingan dari pemindahan dana yang sebelumnya berada di Bank Pembangunan Kalteng.

Dalam kesaksiannya Ari Nurtrinaldi Guna, menyebutkan nama Hariyanto Chandra Direktur PT. Janapras Mandiri, yang diduga melakukan penarikan dana milik pemkab Katingan adalah salah satu nasabah Bank BTN, dan mengatakan tidak ada surat kuasa Yantenglie kepada Heriyanto Chandra untuk melakukan penarikan dana pemkab Katingan yang disimpan di BTN. Dirinya juga diberitahukan dari pusat bahwa memang ada dana sebesar Rp. 100 milyar, milik Pemkab Katingan namun pada April 2014 tersisa 42 milyar.

Sementara itu anggota tim kuasa hukum Yantenglie, Suriyansyah Halim mengatakan. “Jadi pertanyaan besar, kalau apa yang ditanyakan majelis hakim masalah siapa sebenarnya yang menarik dana yang diduga raib, namun Ari Nurtrinaldi Guna malah tidak mengetahuinya walaupun sebenarnya dia sudah mengaku kalau pihaknya sebelum dilakukan konfirmasi kepada saksi tekli yang merupakan kuasa teknis untuk penarikan,” bebernya.

Sangat disayangkan saat awak media ingin melakukan konfirmasi kepada pihak Bank BTN Cabang Pondok Pinang Jaksel memilih Bungkam. (SUGIAN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *