Berita Yang Beredar, PT. GLP Sinunukan Mengklarifikasi

ANALISAPUBLIK.COM | Mandailing Natal – Menanggapi berita-berita yang beredar bahwa PT. Gruti Lestari Pratama kebun sinunukan melarang adzan pada beberapa waktu yang lalu sehingga menimbulkan keresahan kepada masyarakat maka bersama ini kami ingin luruskan dan klaripikasi bahwa pihak management PT. GRUTI LESTARI PRATAMA kabun sinunukan tidak pernah melarang untuk mengumandangkan adzan dengan menggunakan Toa dimasjid pada tanggal 24 april 2019, akan tetapi hanya memohon kepada pihak pengurus masjid untuk mengurangi sedikit volume suaranya sehubungan adanya kegiatan Pt. GLP Di tanggal 24 april 2019 tersebut ungkap suwardi sp, selaku manager pt. gruti lestari pratama saat di kompirmasi langsung oleh reporter media analisapublik.com di kantor kecamatan natal.

Berdasarkan hal diatas kami dan pihak PT. GLP kebun sinunukan sebelumnya memohon maaf bila mana hal tersebut menimbulkan keresahan dan ketidak nyamanan dan hal tsb menjadi evaluasi bagi kami kedepan, perlu kami sampaikan, bahwa PT. GLP sangat mendukung untuk kemajuan syiar agama islam baik didalam perusahaan maupun disekitar lingkungan perusahaan hal ini dibuktikannya bahwa disetiap unit kerja / abdeling menyediakan tempat ibadah masjid maupun musholla dan ustadz untuk pembinaan spritual bagi semua karyawan. Pada setiap waktu sholat tiba adzan selalu dikumandangkan dengan toa. Pada setiap hari besar islam selalu diadakan kegiatan-kegiatan keagamaan oleh pihak perusahaan. Pihak PT. GLP selalu pro aktif mengirimkan kontingen qori/qori’ah dalam kegiatan MTQ yang dilaksanakan baik ditingkat kecamatan maupun ditingkat kabupaten. Perusahaan juga turut berpartisipasi memberikan bantuan untuk masjid-masjid di desa yang ada disekitar lingkungan perusahaan. Atas berita-berita yang beredar yang menyatakan PT. GLP melarang adzan maka kami tegaskan hal itu tidak benar dan merupakan berita bohong yang diciptakan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab.

Terkait hal diatas kami pihak PT. GLP, irsan utama lubis mengatakan kami telah berkoordinasi dengan ketua MUI (Majelis Ulama Indonesia) kecamatan natal dan Ka.KUA natal dan diketahui muspika plus kecamatan natal. (Hem Surbakti)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *