Bahan Miras Oplosan Terjaring Operasi Polsek Tapin Utara

ANALISAPUBLIK.COM | Tapin – Sebanyak 252 botol berisi alkohol berkadar 75 persen yang menjadi bahan utama, campuran minuman keras (Miras) oplosan, terjaring dalam target Operasi Ketupat Intan 2019, Polres Tapin, Kalimantan Selatan, di wilayah hukum Polsek Tapin Utara, Sabtu (1/6/2019) kemarin.

“Alkohol berkadar 75 persen, tersebut, dikemas dalam botol plastik yang dimasukan dalam dus/ kertas karton, kemudian dibungkus dalam plastik hitam untuk mengelabui petugas,” kata Kapolsek Tapin Utara, Iptu Salahudin kepada analisapublik.com pada Minggu (2/62019).

Penggerebekan oleh anggota personil yang dipimpin langsung oleh Kapolsek tersebut, menurut Salahudin, bergerak sejak pukul 21:30 wita itu, yang menjadi target operasi pemberantasan miras, adalah sebuah rumah saudara Muhammad Yusuf yang beralamat di jalan Gubernur H. Aberani Sulaiman, Perumnas Dinas Sosial, kelurahan Rantau Kiwa, dimana petugas menemukan hanya 2 botol cairan alkohol tersebut.

Namun tambah Kapolsek, dari penemuan awal tersebut lah, atas keterangan sejumlah saksi dan tersangka yang memang berada di tempat kejadian perkara (TKP) saat itu, lalu dikembangkan, sehingga para petugas langsung mendatangi lokasi di komplek Haur Kuning, Kelurahan Rangda Malingkung, dimana rumah tersebut sedang sepi dan tidak ada penghuninya, rumah tersebut berdasarkan keterangan tersangka, pemilik asalnya adalah atas nama Bapak Lajamudin.

“Disinilah kita menemukan barang bukti sebanyak 2500 botol alkohol dalam kemasan 100 mm, dengan tanpa dilengkapi surat ijin edar. Sehingga dengan demikian total barang bukti 2502 botol alkohol dan tersangka Muhammad Yusuf langsung digelandang ke Polsek, untuk pemeriksaan lebih lanjut,” tukas Salahudin.

Terungkapnya kasus ini, tambah Kapolsek, berdasarkan laporan dari masyarakat, sejak pertengahan bulan Ramadhan lalu dan pihaknya mengakui agak terlambat melakukan penangkapan, karena masih menghimpun laporan masyarakat tersebut.

“Tapi Alhamdulillah saya bergerak bersama anggota tidak sia-sia, kita temukan sejumlah barang bukti dan tersangka. Tempat yang pertama di gerebek di perumahan Dinas Sosial itu, adalah merupakan tempat peredaran barang tersebut, sedangkan rumah Lajamudin yang berada di Haur Kuning itu, adalah tempat penyimpanan,” tambanya.

(Ahmad Arbani)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *