Wawali Kota Instruksikan Dinas PU Medan Korek Parit

Atasi genangan air di sepanjang jalan H. M. Joni.

ANALISAPUBLIK.COM | Medan – Wakil Wali Kota Medan Akhyar Nasution meninjau parit di sepanjang Jalan HM Joni, Medan, Selasa (11/6). Meski telah dilakukan pengorekan sebulan silam namun parit kembali tersumbat.

Tak ayal setiap hujan deras turun, parit tidak mampu menampung debit air hujan sehingga meluap dan menggenangi jalan serta rumah warga. Oleh karenanya dalam peninjauan tersebut, Wakil Wali Kota ingin mencari akar masalah sekaligus solusi mengatasinya.

Didampingi Kadis Pekerjaan Umum (PU) Kota Medan Isa Ansyari dan Camat Medan Kota Chairuniza, Wakil Wali Kota tampak terkejut. Sebab, umumnya parit dipenuhi sampah sehingga menyebabkan air tidak dapat mengalir. Ditengarai, sampah yang memenuhi parit berasal dari warga karena kurangnya kesadaran untuk menjaga kebersihan lingkungan, terutama parit. Melihat kondisi tersebut, Wakil Wali Kota langsung menginstruksikan Kadis PU segera melakukan pengorekan kembali. Jika hal itu tidak cepat diatasi, maka kawasan itu akan menjadi langganan genangan air setiap hujan deras turun sehingga mengganggu kelancaran arus lalu lintas maupun aktifitas warga sekitar. “Solusinya harus dilakukan pengorekan kembali secepatnya!” kata Wakil Wali Kota.

Diungkapkan Wakil Wali Kota, bulan lalu (Mei), Dinas PU bersama personel Petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (P3SU) Kecamatan Medan Kota telah melakukan pengorekan parit di sepanjang Jalan HM Joni tersebut.

“Sungguh disayangkan rasanya, jika upaya yang dilakukan tersebut tidak didukung penuh masyarakat. Terbukti, parit kembali dipenuhi sampah. Mustahil kawasan ini akan terbebas dari genangan air jika warga tidak mendukung!” tegasnya.

Selain faktor sampah, Wakil Wali Kota juga mendapat informasi bahwasannya dalam parit ditemui banyak pipa sehingga ikut memicu terjadinya penyumbatan. Kondisi diperparah lagi dengan banyaknya bangunan yang didirikan di atar pemukaan parit yang tidak memiliki izin dan menyalahi peraturan. Alhasil, petugas pun sangat kesulitan untuk melakukan normalisasi.

‘’Jika memang mengganggu dan menyalahi aturan, bongkar (bangunan) saja!. Jangan karena ulah segelintir orang justru merugikan banyak orang. Lakukan penertiban secepatnya agar kondisi seperti ini tidak berlarut-larut. Namun perlu diingat, setiap pekerjaan harus selalu dilakukan sesuai dengan prosedur dan aturan yang berlaku. Hal ini semata untuk kenyamanan kita bersama,’’ pesannya.

Di tengah peninjauan yang dilakukan tersebut, salah seorang warga yang mengaku bernama Yanti (45), datang menemui Wakil Wali Kota menyampaikan keluhannya. Dikatakan Yanti, rumah dan warung miliknya menjadi langganan genangan air setiap hujan seras turun. Sekaitan itulah dia berharap dengan kedatangan Wakil Wali Kota, persoalan genangan air dapat diatasi.

Wakil Wali Kota merespon keluhan Yanti, Pemko Medan akan segera mengatasinya melalui OPD terkait. Hanya saja mantan anggota DPRD Medan itu minta agar warga sekitar mendukung langkah-langkah yang akan dilakukan nantinya, seperti selalu menjaga kebersihan lingkungan tempat tinggal dan tidak buang sampah sembarangan dalam parit.

‘’Kami sangat mengharapkan bantuan dan dukungan penuh dari seluruh warga dengan menjaga kebersihan parit usai dilakukan normalisasi nantinya. Sebab, normalisasi yang kita lakukan akan sia-sia jika masyarakat tidak mendukungnya. Jadi mari sama-sama kita rawat dan jaga kebersihan kota yang kita cintai bersama ini,” harapnya di hadapan sejumlah warga yang berada di lokasi tersebut.

Sementara itu Kadis Isa Ansari mengatakan, pihaknya siap akan menormalisasi parit di sepanjang Jalan HM Jhoni seperti instruksi Wakil Wali Kota. Direncanakan, normalisasi akan dilakukan mulai hari ini, Rabu (12/6). Guna mendukung kelancaran normalisasi, sejumlah alat berat akan diturunkan.

‘’Besok (hari ini) kita akan turunkan sejumlah alat berat dan langsung melakukan normalisasi. Terkait dengan bangunan yang berdiri di atas pemrukaan parit, kita akan berkoordinasi dengan OPD terkait dan pihak Kecamatan Medan Kota. Kita harapkan pemilik bangunan secepatnya disurati. Jika permukaan parit bersih dari bangunan tentunya snagat membantu dan mempermudah kita menormalisasi parit,” ungkapnya.

(Acong Sembiring)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *