RY Meninggal di Sel Tahanan, Ini Pernyataan Pihak Polres Biak Numfor

ANALISAPUBLIK.COM | Biak Numfor – Kasat Reskrim AKP Jefry P. Tambunan, SIK., SH angkat bicara terkait beredarnya kabar di media sosial dan media online yang menyebutkan bahwa Seorang warga Biak, Papua, bernama Ronaldo Yawan meninggal di Sel tahanan Polres Biak Numfor Sabtu, 15 juni 2019 yang diduga karena siksaan polisi.

AKP Jefry P. Tambunan yang ditemui di Comand Center Polres Biak Numfor, Minggu (16/06/2019) menjelaskan, salah satu tahanan atas nama Ronaldo Yawan (21) seorang warga Desa Yafdas, Distrik Samofa ditemukan gantung diri di dalam Sel tahanan Polres Biak Numfor, pada Sabtu pagi, 15 juni 2019.

Korban ditemukan pertama kali oleh Piket Sipropam sekitar pukul 06.00 Wit dan Saat ditemukan, korban sudah berada dalam keadaan tergantung.

“Petugas piket dibantu tim inafis Polres Biak langsung melakukan olah TKP yang disaksikan oleh pihak keluarga bersama kepala Kampung Yafdas yang sama-sama menyaksikan posisi korban masih tergantung dan langsung mengevakuasi korban ke RSUD Biak,” kata Kasat Reskrim.

Ia mengatakan, pada saat kejadian, korban berada di ruang tahanan seorang diri dan terpisah dengan tahanan lainnya. Karena yang bersangkutan masih dalam tahap pemeriksaan. Sehingga apabila dijadikan satu dengan tahanan lainnya dikhawatirkan tahanan lain dapat mempengaruhinya, mengingat tahanan yang lain rata-rata sudah hampir selesai pemeriksaan.

“Tahanan Polres Biak yang ditemukan meninggal ini merupakan tahanan dalam kasus Pencurian Hewan ternak yang diamankan Sat Reskrim Polres Biak di wilayah pelabuhan Biak pada Jumat, 14 Juni 2019. Pelaku sempat melarikan diri dan bersembunyi selama 3 (tiga) minggu di Pulau Mapia dan yang bersangkutan merupakan tahanan residivis,” jelasnya.

Ia menambahkan, dari olah TKP tim inafis dan diperkuat keterangan tim kesehatan RSUD Biak, korban meninggal karena gantung diri dan tidak ada tanda-tanda kekerasan dari tubuh korban.

Sementara itu Kapolres Biak Numfor AKBP Mada Indra Laksanta, SIK., M.Si menghimbau kepada masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh dengan berita-berita yang tidak benar.

“Kami sebagai petugas pelayanan masyarakat yang pertama mohon maaf sebesar-besarnya. Niat kami adalah penegakan hukum, untuk pengembangan kasus ini sebetulnya masih banyak yang akan diungkap, namun kenyataan berubah lain,” ungkapnya.

Kapolres juga berharap agar semua pihak saling menahan diri dan memberikan kepercayaan sepenuhnya kepada Polres Biak Numfor untuk melakukan proses hukum sesuai dengan aturan yang ada dan kami akan memberikan informasi terkait perkembangan penyelidikan kasus tersebut.

“Saya telah perintahkan kepada Propam untuk melakukan pemeriksaan terhadap Unit Opsnal Sat Reskrim dan petugas Jaga yang melaksanakan piket malam itu,” pungkas Kapolres.

(JER/TED)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *