Kapolres Klarifikasi Kasus Meninggalnya Tahanan di Rutan Polres Biak Numfor

ANALISAPUBLIK.COM | Biak Numfor – Kapolres Biak Numfor AKBP Mada Indra Laksanta, SIK, M. Si didampingi Kasat Reskrim AKP Jefry P. Tambunan, SIK., SH, Kasubag Humas Iptu Amelia Rumbiak, dan Kasi Propam Ipda Tamrin, gelar klarifikasi penyebab meninggalnya tahanan di rutan Polres Biak Numfor, Papua, bertempat di Media Center Polres Biak pasa Selasa (18/6),

“Beredarnya informasi di masyarakat saya nilai keliru, karena tidak berdasarkan fakta”, katanya.

Ia menjelaskan, kasus meninggalnya salah satu tahanan atas nama Ronaldo Yawan (21) yang ditemukan gantung diri di dalam Sel tahanan Polres Biak Numfor, pada Sabtu pagi, 15 juni 2019. Dalam proses penanganan.

“Sejak Sabtu kemarin hingga hari ini, sudah di lakukan pemeriksaan kepada 17 anggota polisi yang jaga pada saat kejadian. Apa kelalaian mereka sudah di dalami, dan akan segera mungkin akan melakukan sidang disiplin,” jelas Mada Indra.

Berdasarkan Surat Laporan Pemeriksaan Jenazah yang di keluarkan oleh RSUD Biak Nomor 451.6/01 SKPJ/VI 2019 tanggal 18 Juni 2019, menuliskan, telah diperiksa seorang laki – laki (21) dalam pemeriksaan ditemukan jejas jerat pada leher yang melingkar secara penuh. Tali pengikat merupakan seutas ikat pinggang dan permukaan ikat pinggang tercetak di permukaan kulit leher korban.

“Tidak ditemukan tanda – tanda kekerasan akibat benda tajam, maupun tanda – tanda kekerasan akibat benda tumpul lainnya, pada tubuh korban. Dari hasil otopsi di temukan tanda mati lemas berupa bintik pendarahan pada jaringan otak, di temukan luka memar pada bagian leher tepat di bawah jejas jerat”, ucap Kapolres saat membacakan Surat Laporan Pemeriksaan Jenazah yang di tandatangani oleh dr. Isak Reba sebagai dokter ahli forensik RSUD Biak.

Kesimpulan dari hasil otopsi dokter ahli forensik menyatakan korban meninggal dunia akibat gagal nafas akibat jeratan pada leher yang mengakibatkan tertutupnya aliran napas dan saluran darah bagian leher sehingga pernapasan berhenti dan aliran darah keotak berhenti.

“Jadi berita – berita yang simpang siur sudah di jelaskan oleh dokter ahli. Dan ini juga akan kami mengambil keterangannya untuk mendukung pemeriksaan sampai pelaksanaan sidang kepada anggota – anggota yang berdinas pada saat itu,” tandasnya.

Untuk pemeriksaan kata kapolres, tinggal menunggu merampungkan saksi ahli, hasil visum dan otopsi dokter setelah itu akan di sidangkan secepatnya.

“Saat ini juga ada tim dari Propam Polda Papua di Polres Biak Numfor untuk menjaga indenpendensi dari penyidikan kasus ini” tegas Kapolres.

Dengan kasus seperti ini, Kapolres Biak Numfor mengharapkan kepada masyarakat untuk mengklarifikasi kebenaran informasi kepada pihak Polres Biak sebelum informasi tersebut disebarluaskan ke masyarakat.

(JER)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *