Taman Soeratmo Ngale,Wisata Baru Masyarakat Ngawi

ANALISAPUBLIK.COM | Ngawi – Warga ngawi kembali dihadirkan tempat wisata yang indah asri dan nyaman,tempat wisata tersebut dikelilingi pepohonan yang rindang dan taman bunga yang indah serta seni bangunan yang memiliki arti sejarah menambah suasana sejuk sehingga membuat warga masyarakat tertarik untuk datang mengunjunginya.

Teguh yang tak lain Kepala Desa Ngale ini setelah berhasil menyulap area sawah menjadi tempat Olah Raga dan Lapangan Desa serta taman kemudian menghidupkan potensi desa dengan menghadirkan festival bumi krapyak,kini tanah milik orang tuanya dirubah menjadi area Desa Wisata lokal dengan menghadirkan taman beraroma khas Negara Eropa.

Teguh mengatakan,”Saya terinspirasi ketika datang ke tempat kawan di daerah gunung kidul,disana saya melihat tanaman bunga yang indah sehingga saya tertarik untuk menanamnya,saya berfikir bahwa bunga ini akan menarik perhatian banyak orang dan menjadi daya tarik tersendiri bagi orang yang ingin melihatnya,sehingga saya buatkan tempat serta ditambah dengan bangunan bangunan yang mempunyai nilai seni tempat wisata ini,” katanya pada Jum’at (5/7).

Teguh juga menambahkan,”kedepan akan saya lengkapi dengan kolam renang dan pemancingan serta lebih dipercantik lagi,karena ini baru,masih proses tahap pembangunan bisa kita lihat tempat parkirpun juga belum maximal karena sudah menjadi viral dimedia sosial serta banyak warga yang mendokumentasikan sehingga menjadi buah bibir di masyarakat alhasil sehari kira kira sudah 500 orang yang datang kesini jadinya ya masih sedikit agak ribet dengan lahan parkir yang kurang luas,”katanya.

Roni pengunjung asal Sragen Jawa Tengah menuturkan,”Ini sangat bagus sekali bagi Para pencinta wisata alam seperti saya karena tak hanya disuguhi dengan pepohonan yang rindang membawa suasana sejuk tetapi juga adanya wisata buatan berbagai hiasan seni seperti miniatur Patung, Menara Eifferl,rumah bangunan jaman Belanda,tempat nongkrong keluarga dan berbagai penghias yang menarik mata,khususnya taman bunga khas Eropa yang disebut bunga Celosia,” terangnya.

(Ari)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *