Demo, Warga Pemukiman Sapta Jaya Menolak Tuduhan Pengrusakan dan Pencurian

ANALISAPUBLIK.COM | Aceh Tamiang – Warga pemukiman Sapta Jaya menolak atas segala tuduhan yang dituduhkan kepada Juparto (datok penghulu) dan beberapa warga lainnya terkait dugaan pencurian dan perusakan. dalam orasinya Selasa pagi (16/7) ada dua tuntutan yang menjadi pokok utama dalam tuntutan tersebut. Dalam tuntutannya Warga pemukiman sapta jaya meminta agar “Bupati Aceh Tamiang dapat memberikan bantuan hukum kepada datok penghulu Desa Jamur Jelatang dan beberapa warga lainnya atas tuduhan pengrusakan pencurian, mereka juga menuntut bupati harus bertindak tegas atas kepastian hukum keberadaan usaha ternak ayam dipemukiman mereka.”

Aksi demontrasi bukanlah yang pertama, ini juga pernah dilakukan warga pemukiman sapta jaya sebelumnya pada Jumat (14/6/2019) melakukan aksi demo didepan Kantor Camat Kecamatan Rantau, tuntutan warga sebelumnya agar keberadaan peternakan kandang ayam dilingkungan mereka ditutup.

Wilayah pemukiman Sapta Jaya yang terletak di Kecamatan Rantau, Kabupaten Aceh Tamiang merupakan wilayah pemukiman yang membawahi tujuh desa, yakni, Desa Jamur Jelatang, Desa Jamur Labuh, Desa Suka Rahmat, Desa Suka Jadi, Desa Suka Rakyat, Desa Suka Mulia, dan Desa Ingin Jaya. Ketujuh Desa tersebut menolak usaha ternak ayam diduga salah satu penyebab adanya wabah lalat yang menghantui pemukiman mereka.

Kepala Desa Jamur Jelatang Juparto kepada awak media analisapublik.com menjelaskan, Tuduhan yang ditujukan buat saya itu tidak benar, tidak ada bukti apapun yang membuktikan kalau pada bulan Januari lalu saya melakukan pengrusakan dan pencurian, saya merasa keberatan atas tuduhan tersebut, Kata Juparto.

“Ini saya masih diruangan asisten satu pak, setelah aksi demo tadi saya dipanggil Bupati, mungkin nanti bapak bisa telpon saya kembali, kemungkinan senin mendatang (22/16) akan ada negoisasi perdamaian pak, itu dilakukan dipengadilan, nanti diruang mediasi, tapi saya tetap keberatan atas tuduhan tersebut, saya tidak terima pak, didepan hakim saya bilang saya merasa tidak bersalah saya tidak mau damai,” tegas Juparto melalui via telpon.

Pemilik usaha ternak ayam hingga berita ini diturunkan belum dapat kami konfirmasi.

(Dedi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *