Diduga Penjualan Gas Elpiji 3 Kg Tidak Sesuai Dengan Aturan

ANALISAPUBLIK.COM | Subulussalam – Masyarakat kota Subulussalam menduga penjualan gas elpiji 3 kg tidak sesuai harga eceran tertinggi (HET), yang mana banyak pangkalan menjual hingga mencapai dengan harga Rp.25.000 pertabungnya.

Sesuai peraturan yang dikeluarkan walikota subulussalam dengan nomor, 188.45/187/2018 tentang harga eceran gas elpiji 3 kg yang mana dalam peraturan tersebut tertuang HET gas elpiji 3 kg pertabungnya hanya senilai Rp.20.500,.

Ketika awak media mengkonfirmasi M. Ali selaku Kabid Perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan kota Subulussalam mengatakan. ”Hal ini sangat disayangkan apabila ada pangkalan menjual di atas HET ataupun seperti di borongkan ke tengkulak, ini kita tindaklanjuti,” tegasnya di ruang kerjanya pada Kamis (18/7/2019).

Sementara menurut masyarakat, cuma pangkalan SPBU Oyon yang menjual sesuai HET, hingga masyarakat rela dengan antrian untuk mendapatkannya.

Kemudian kalau pangkalan lain masyarakat menduga kalau gas tersebut begitu turun dengan hitungan satu jam sudah habis, sebagian ada yang jual dengan HET, tapi itu hanya beberapa tabung saja.

Masyarakat meminta Disperindag selaku lingkungan sektor perdagangan kota Subulussalam harus mengkroschek pangkalan yang nakal.

(jr)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *