Forum CSR, Perusahaan Besar Masih Minim Perhatian Terhadap Lingkungan Sosial

ANALISAPUBLIK.COM | Aceh Tamiang – Ketua Forum Corporate Social Responsibility (FCSR) Kabupaten Aceh Tamiang Sayed Zainal menilai, perusahan besar dalam perhatiannya terhadap lingkungan sosial masih kurang maksimal, hal itu ia sampaikan kepada awak media analisapublik melalui via telepon Kamis sore kemarin (18/7).

Undang-Undang No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas (“UUPT”) serta Peraturan Pemerintah No. 47 Tahun 2012 tentang Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perseroan Terbatas ini mewajibkan kepada seluruh perusahaan untuk ikut melaksankan program CSR atau Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan.

Pada halaman Wikipedia mendiskripsikan, Tanggung jawab Sosial Perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR) adalah suatu konsep bahwa organisasi, khususnya (namun bukan hanya), perusahaan adalah memiliki berbagai bentuk tanggung jawab terhadap seluruh pemangku kepentingannya, yang di antaranya adalah konsumen, karyawan, pemegang saham, komunitas dan lingkungan dalam segala aspek operasional perusahaan yang mencakup aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan.

Oleh karena itu, CSR berhubungan erat dengan “pembangunan berkelanjutan”, yakni suatu organisasi, terutama perusahaan, dalam melaksanakan aktivitasnya harus mendasarkan keputusannya tidak semata berdasarkan dampaknya dalam aspek ekonomi, misalnya tingkat keuntungan atau deviden, tetapi juga harus menimbang dampak sosial dan lingkungan yang timbul dari keputusannya itu, baik untuk jangka pendek maupun untuk jangka yang lebih panjang. Dengan pengertian tersebut, CSR dapat dikatakan sebagai kontribusi perusahaan terhadap tujuan pembangunan berkelanjutan dengan cara manajemen dampak (minimisasi dampak negatif dan maksimisasi dampak positif) terhadap seluruh pemangku kepentingannya.

Contoh Pertamina berkomitmen dalam pelaksanaan program CSR-nya dengan membantu pemerintah Indonesia dalam memperbaiki Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Nusantara melalui pelaksanaan program-program yang dapat membantu tercapainya target pembangunan dan membangun hubungan yang harmonis serta kondusif dengan semua pihak stakeholder untuk mendukung tercapainya tujuan perusahaan terutama dalam membangun reputasi perusahaan.

Menurut Sayed Zainal, hasil pengamatan kami sementara memang perusahan – perusahan besar yang ada di Kabupaten Aceh Tamiang masih belum maksimal dalam program CSR nya, contoh misalnya PT Pertamina EP Field Rantau dalam laporan tahunan menurut saya itu belum maksimal, karena masih dibawah rata – rata, kisaran angkanya pun cuman 1 Miliar lebih, seharusnya itu tanggung jawab lingkungan sosial pertamina itu dikisaran 5 Miliar lebih, nah itu tidak terealisasi dan Itu tidak berimbang saat ini. Dengan pendapatan pertahunnya kita kan tahu bahwa pendapatan pertamina itu besar, seharusnya, harus dikisaran 5 Miliar lebih.

Ia menambahkan, pengamatan kami saat ini banyak perusahan yang menjalankan program CSR dalam bentuk sosial cost bukan menjalankan tanggung jawab sebagai lingkungan sosial, namun itu memang haknya perusahaan jadi bukan yang dimaksud dengan tanggung jawab lingkungan sosial, makanya potensinya masih kecil saat ini, tutup Sayed Zainal.

(Dedi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *