Eko Sulistiyo: Kritik Dengan Senyuman Melalui Karikatur Kartun

ANALISAPUBLIK.COM | Kendal – Kelompok Kartunis Kaliwungu (KOKANG) menggelar pameran karya-karya kartunisnya di acara Anniversary yang ke 38 di Tirto Arum Kendal, Sabtu (10/08/2019).

Pameran Kartun tingkat nasional ini, yang di selenggarakan oleh kokang dengan mengangkat tema “Merajut Indonesia”.

Tidak cuma pameran karya-karya mereka,akan tetapi KOKANG juga menggelar lomba-lomba mewarnai untuk anak-anak.

Dengan tujuan untuk melatih bakat-bakat mereka yang belum sempat tersalurkan.

Dan juga kita bertujuan untuk mencari bibit-bibit unggul,yang nantinya dengan harapan bisa menjadi generasi penerus buat kita.

Dalam acara Anniversary KOKANG ini, pihaknya mengundang dari Staf kepresidenan,untuk memberikan masukan dan dukungan kepada para kartunis Indonesia.

Deputi 4 Staf kepresidenan, Drs Eko Sulistiyo, mengatakan, saya berharap dalam pameran ini, ruang publik kita ruang demokrasi kita atmosfir politik kita bisa diwarnai dengan kartun dan karikatur-karikatur.

Yang nantinya bisa menyampaikan pesan, kritikan-kritikan dengan santun dan dengan senyuman.

“Karena kritikan bagi saya merupakan jamu,” katanya.

Menurutnya, kritikan itu sangatlah penting, karna kritik itu bukan suatu ujaran kebencian ataupun hoax, dan kritikan juga bukan suatu kebohongan dan bukan fitnah.

“Seperti halnya yang di katakan presiden kita, bahwa kritik itu semacam jamu yang bisa menyegarkan tubuh kita,” ujarnya.

Kartun bisa menjadi Semacan jamu buat menyampaikan kritikan kepada pemerintah dan kebijakan-kebijakan pemerintah yang di anggap kurang pas,” katanya.

Dikatakan,”pemerintahan sekarang tidak sama dengan pemerintahan jaman dahulu, Pemeritahan kita yang sekarang ini sangatlah menjunjung demokrasi, dan semua punya hak untuk bersuara,” imbuhnya.

Ketua Kokang, Totok Harianto, mengatakan, sekarang zamannya sudah serba digital, jadi di era digital ini publikatur yang manual sekarang sudah sangat sedikit sekali.sekarang sudah pada pakai media digital semua rata-rata.

“Jadi semula yang bikin kartun pakai manual sekarang kebanyakan sudah pindah memakai digital atau media digital,” tuturnya.

(Zamroni)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *