“Keluhankan” Kondisi Ruang Belajar SDN Jiken Terkesan Diabaikan

ANALISAPUBLIK.COM | Sidoarjo – Ruang kelas adalah fasilitas umum yang digunakan untuk kegiatan pembelajaran. Oleh karena itu, bangunan tersebut harus memenuhi standar Kenyamanan dan kekuatan yang dipersyaratkan dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 24 Tahun 2007 tentang Standar Sarana dan Prasarana untuk SD/MI,SMP/MTs dan SMA/MA.

Jika mengacu pada peraturan diatas, seharusnya SDN Jiken Kecamatan Tulangan, fasilitas ruang kelas harus di rehab atau dibangun kelas baru untuk memenuhi standart sarana dan prasarana. Sebab ruang kelas sekolah tersebut sudah banyak yang rusak.

Komari (penjaga sekolah SDN Jiken) menerangkan ruang kelas sekolah sini sudah banyak rusak mas, kebanyakan yang rusak itu diatas plafon, kayu-kayu tersebut banyak yang sudak kropos termakan usia. Kebanyakan kayu penyangga genting itu saya “Stut” karena kalau tidak saya stut kayu penyangga tersebut sudah ambruk,’ terangnya.

“Selain banyak kayu penyangga yang saya stut untuk menghindari ambruknya dan juga untuk mensejajarkan kayu biar tidak melengkung, ruang kelas khususnya diluar ruangan banyak yang sudah rusak, terutama dinding sekolah. Plafonnya juga sudah banyak yang jebol, kusen jendela kelas juga sudah kropos, dan jika kusen jendela dibuka maka tidak bisa ditutup lagi karena sedah rapuh sekali,’ imbuhnya.

Kepala SDN Jiken, Karno Edy, S. Pd pada analisapublik.com, Senin (12/8) di kantornya menegaskan memang benar mas apa yang dikatakan sama Pak komari tersebut. Sekolah sini memang perlu banyak pembenahan ruang kelas karena kondisi ruang kelas dindingnya banyak yang rusak. Dan rangka atap, kayunya sudah banyak yang rusak dan hampir jebol,’ tegasnya.

“Disamping itu yang lebih ngeri lagi bila ada angin kencang dan musim hujan, rangka atap selalu berbunyi “krek-krek”. Jika dimusim itu dan waktu ada pembelajaran maka anak-anak selalu saya suruh keluar untuk menghindari hal yang tidak kita inginkan terjadi”,’ keluhnya.

Lanjut Karno Edy, dengan kondisi tersebut saya sudah mengajukan ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sidoarjo untuk minta pembenahan dan proposalnya sudah dua tahun lebih saya ajukan dan sampai sekarangpun tidak ada tanggapan,’ ucapnya dengan nada heran.

Menurut Karno Edy, dulu pernah dikunjungi dua orang petugas dari dinas tersebut tapi hasilnya tetap nihil. Dan tak ada kabar sama sekali,’ pungkasnya.

(HERI)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *