Aksi Unjuk Rasa PT. TBS, Ikapperta Respon Buka Dokumen Amdal

ANALISAPUBLIK.COM | Mandailing Natal – Pihak PT. Tri Bahtera Srikandi (TBS) bersama karyawan dan beberapa masyarakat desa Sikara-kara kecamatan natal kabupaten Mandailing natal melakukan aksi unjuk rasa sebagai bentuk penolakan. Aksi ini di lakukan di dalam Lingkungan perusahaan tersebut. Rabu, 14 Agustus 2019.

Aksi yang dilakukan oleh pihak perusahaan tersebut adalah sebagai sanggahan serta penolakan terhadap organisasi kedaerahan yaitu IKAPPERTA ( Ikatan Pemuda Pemudi Ranah Nata).

Sebelumnya, seperti yang dilansir oleh beberapa media, bahwasanya organisasi kedaerahan IKAPPERTA melakukan aksi teatrikal dengan bersama sama melakukan tanda tangan di atas kain yang di bentang , sebagai bentuk sanggahan terkait hal di keluarkan ya surat pengumuman oleh pihak pemerintah Kabupaten Mandailing Natal melalui dinas Penanaman Modal Dan Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu No 503/002/IL/DPMPPTSP/2018. Tentang izin usaha perkebunan budidaya (IUP-B) dari PT. Tri Bahtera Srikandi. Dan aksi itu juga sebagai kecaman terhadap pihak perusahaan PT. TBS yang di duga mengalih fungsikan lahan MANGROVE menjadi kebun sawit.

Sebagai bentuk bantahan, dan untuk menjawab tuduhan dan pernyataan yang disampaikan oleh organisasi IKAPERTA, pihak PT. TBS juga melakukan Aksi unjuk rasa di lingkungan perusahan dengan masa yang berdiri rapi dan memegang Kertas karton yang bertuliskan ” SATU KATA UNTUK IKAPPERTA LAWAN ”

Aksi ini justru mendapat kecaman dan tudingan dari beberapa Ormas dan masyarakat dan juga IKAPPERTA, karena dianggap memprovokasi masyarakat desa sikara- kara dan karyawan untuk melawan siapapun yang ingin mengganggu pihak perusahan termasuk Organisasi IKAPERTA.

Hal ini dibuktikan dengan banyaknya tulisan tulisan status beserta gambar yang diunggah ke media sosial khusus nya Facebook menggunakan bahasa kecaman dan tudingan terhadap aksi yang di lakukan pihak PT. TBS tersebut.

Dan sebagai bentuk respon IKAPPERTA terhadap aksi perlawanan PT. TBS yang di sampai kan melalui aksi unjuk rasa yang di lakukan di dalam perusahan, IKAPPERTA Tantang pihak Perusahaan dalam hal ini PT. TBS untuk membuka dokumen Amdal. Bukan dengan aksi PROVOKASI.

Tantangan dan tudingan pihak perusahaan melakukan provokasi ini disampaikan oleh ketua IKAPERTA Ikhwan. AB pada saat kami konfirmasi melalui hp seluler menjelaskan pihaknya sangat menyayangkan terkait aksi provokosi seperti unjuk rasa di dalam perkebunan dengan memanfaatkan karyawan yang bertujuan untuk membenturkan masyarakat dengan kami Ikaperta yang dalam hal ini sama sama masyarakat pesisir pantai natal.

” Untuk apa ada narasi Lawan Ikapperta dari unjuk rasa di perkebunan TBS tersebut, memangnya kami hewan mau diadu domba, kami tidak sedang melawan siapapun, kami hanya menginginkan hukum di tegakkan, dan harusnya pihak perusahaan tidak perlu memperkeruh suasana,” ujar Ikhwan.

Ikhwan menambahkan, pihaknya menunggu ada dialog bersama pemerintah kabupaten Mandailing Natal dan perkebunan sawit, untuk membuka data kepada publik, terutama dokumen Amdalnya. Dan jelaskan kepada masyarakat fakta yang sebenarnya.

“Sebagai perusahaan resmi kan mereka harusnya punya dokumen, AMDAL, tinggal di jelaskan kepada masyarakat, tak perlu melakukan provokasi untuk melawan kami Ikapperta, ini jadi semakin lucu, janganlah diadu domba. kita sama-sama ingin menemukan solusi terbaik, buktikan saja bahwa PT TBS tidak merusak satu batang mangrove pun di lokasinya, dan tolong di klarifikasi dokumen, foto dan video yang kita punya. jangan diseret-seret ke konflik horizontal, seolah-olah kami menggangu mata pencaharian orang lain, kami ini masyarakat nelayan, artinya kami tergantung pada dukungan ekologi pesisir yang baik,” tegasnya.

Dan sebagai tambahan informasi , aksi yang di lakukan oleh pihak PT. TBS ini tidak di hadiri oleh pihak yang berwajib dalam hal ini Polsek Natal. Ini di sampaikan kepala desa Sikara- kara Amrin saat kami konfirmasi melalui HP. Sekaligus membenarkan dan mendukung aksi yang di lakukan pihak PT. TBS.

(Rudi/Heri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *