Predikat Desa Terkotor, 4 Desa dan 1 Kelurahan Mendapat Hadiah Bendera Hitam

ANALISAPUBLIK.COM | Mandailing Natal – Lima desa dan kelurahan dari Total dua puluh Delapan Desa dan Dua Kelurahan Yang ada di Kecamatan Nata, kabupaten Mandailing Natal, mendapat kan Hadiah Bendera hitam dari pemerintah Kecamatan Natal, sebagai Tanda desa terjorok dan untuk di(ibarkan di depan kantor Desa Dan Kelurahan Masing masing pada Senin (20/8/2019).

Pemberian bendera hitam ini diberikan langsung oleh Camat nata Riplan, S.sos usai Upacara Bendera , bertepatan Pada Pada Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke- 74 Tahun, Sabtu Tanggal 17 Agustus 2019, di Lapangan Merdeka Natal, Kelurahan Pasar II Natal, Kecamatan Nata Kabupaten Mandailing Natal. dan selanjutnya untuk dipasang dan dikibarkan di Kelurahan/Desa masing-masing sebagai tanda bahwa Kelurahan/Desa tersebut “Kotor”.

Sebelumnya, pemerintah Kecamatan sudah memberikan pemberitahuan kepada seluruh desa dan kelurahan yang ada Di Kecamatan Nata agar dapat mempercantik serta membersihkan desa atau kelurahan masing masing guna menyambut dan memeriahkan HUT RI ke 74, dan bagi desa atau kelurahan yang tidak melaksanakan akan mendapatkan bendera hitam dan wajib di kibarkan di depan kantor desa masing masing.

” Sebagai bentuk komitmen pemerintah Kecamatan Natal dan sebagai bentuk Komitmen pemerintah kecamatan natal dalam melaksanakan Program Nata berbenah, hukuman Pemberian Bendera hitam ini wajib kita laksanakan, untuk memberikan efek jera kepada desa atau kelurahan yang mendapat bendera sekaligus sebagai contoh untuk desa lainnya agar lebih maksimal lagi dalam mendukung program Natal Berbenah yang di sampaikan pemerintah kecamatan natal,” ungkap Riplan .

Lima desa dan kelurahan yang mendapatkan bendera hitam tersebut adalah , Desa pasar VI, desa Taluk, Desa Kunkun, Desa rukun Jaya dan kelurahan pasar I Kecamatan Natal.

Desa-desa yang mendapatkan bendera tersebut pada saat saat awak media cek kelapangan/konfirmasi memang benar akan hal tersebut.

” Program yang dibuat oleh camat Riplan sangat kita apresiasi, mengingat hal tersebut bisa menjadi tolak ukur bagi desa dan juga masyarakat untuk bisa lebih memperhatikan kebersihan lingkungan masing-masing, dengan diberikannya bendera hitam ini sebagai cambuk motifasi kepada desa-desa, tentunya desa-desa akan mengambil langkah cepat untuk mengajak masyarakat dengan menghimbau kepada seluruh masyarakat agar membersihkan lingkungan terutama lokasi perumahan nya masing-masing dan melakukan teguran keras terhadap pemilik ternak agar dikandangkan,” ujar Kades pasar VI Hendri Caniago.

Di tempat terpisah, Nory Susanda selaku Sekretaris Camat Natal mengatakan,” Pemasangan Bendera Hitam ini dilakukan, adalah sebagai sanksi sosial, dan diharapkan kepada Kelurahan/Desa yang mendapatkan bendera hitam agar menaikkan bendera tersebut selama 6 (Enam) bulan. Dan dengan adanya hukuman seperti ini, diharapkan agar berbenah dan memperbaiki lingkungannya agar jadi lebih baik, indah dan tertata. Dan bila tidak ada perbaikan maka hukumannya akan dilanjutkan sampai waktu yang tidak di tentukan sebagaimana mestinya serta akan terus dievaluasi,” tegas Nory.

(Hem Surbakti /Heri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *