Tradisi Bersih Desa Dengan Berebut Tumpeng

ANALISAPUBLIK.COM | Kediri – Tradisi Bersih Desa yang dilaksanakan satu kali dalam setahun,yaitu pada waktu penduduk tani selesai melaksanakan panen padi raya secara serentak.Bersih Desa atau Mejemukan oleh para penduduk tani dimaksudkan untuk mengungkapkan rasa terima kasih kepada Dewi Sri (Dewi Padi) sebagai penjaga keamanan para tani,sehingga mereka berhasil panen padi yang telah ditanamnya, disamping itu sebagai ungkapan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa yang telah mengabulkan panan hasil tanaman padi tersebut.

Dengan adat Bersih Desa yang merupakan warisan adat istiadat sebagian bangsa Indonesia ini seyogyanya dipertahankan dan dilestarikan agar jangan musnah.Hal ini perlu diketahui oleh generasi muda sebagai generasi penerus bangsa yang perlu menjiwai nilai-nilai luhur bangsa yang berdasar Pancasila.

Seperti kegiatan yang saat ini dilaksanakan tepatnya didesa Blimbing Kecamatan gurah Kabupaten Kediri dengan menggelar adat budaya daerah bersih desa dengan diikuti seluruh warga masyarakatnya.Rabu(21/8)

Diungkapkan Kepala Desa Blimbing Agus Dwi Waluyo “bahwa kegiatan bersih desa yang diadakan sudah turun temurun sejak jaman dulu,dalam rangkaian kegiatan ini selain ritual berdoa bersama juga ada kegiatan sedekah bumi dan makan bersama sebagai simbolis kerukunan warga”.

“Ada hal yang berbeda bersih desa yang dilakukan saat ini dengan tahun-tahun sebelumnya yang mana sebelumnya diadakan dengan cara perang nasi tumpeng namun saat ini kita lebih mengedepankan rasa bersyukur dengan menikmati masakan dan hasil bumi secara bersama sama”.

“Berharap untuk kegiatan seperti ini terus dapat dilestarikan dan dipertahankan oleh anak cucu kita kedepan dan terus terbina toleransi dengan memupuk kerukunan masyarakat”.imbuhnya.

(pan/mun)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *