PSHT Ikut Ramaikan Karnaval HUT RI ke 74 di Kecamatan Ngawen

ANALISAPUBLIK.COM | Blora – Perayaan HUT kemerdekaan RI ke 74, pemerintah kecamatan Ngawen mengadakan lomba karnaval. Karnaval tersebut diikuti oleh berbagai kelompok masyarakat umum dan instansi pemerintahan serta swasta di kecamatan Ngawen.

Tak hanya itu, organisasi pencak silat Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) ranting Ngawen pun ikut andil dalam memeriahkan karnaval tersebut.

Sujadi, ketua PSHT ranting Ngawen, mengatakan bahwa keikutsertaannya dalam karnaval karena merupakan ungkapan rasa kegembiraan atas perayaan kemerdekaan.

“Kita hanya ikut meramaikan kegiatan ini, karena bangga terhadap jasa para pahlawan,” ucap Sujadi di lokasi karnaval pada Kamis (22/08/2019).

Menurut ketua PSHT cabang Blora, Slamet Pujiono menjelaskan bahwa pendiri PSHT merupakan salah satu pahlawan perintis kemerdekaan negara RI, sudah sepantasnya sebagai generasi penerus ajarannya mengisi kemerdekaan ini dengan hal-hal yang positif.

“Pendiri PSHT, yang sering kita kenal dengan nama Eyang Hardjo Utomo adalah salah satu pahlawan perintis kemerdekaan negara RI. Kita sebagai penerus ajarannya, harus berusaha bahkan bisa mengisi kemerdekaan ini dengan hal-hal yang positif demi kemajuan bangsa ini,” kata Slamet.

Disisi lain, momentum tersebut dimanfaatkan warga kelurahan Ngawen untuk mengungkapkan rasa keprihatinan terhadap pengelolaan sampah di kawasan pasar Ngawen. Sebagai bentuk sindiran, warga menulis ‘korban bau sampah’ pada tiruan truk bak sampah yang terbuat dari kardus bekas yang diarak mengikuti rute karnaval. Pasalnya, masalah ini berlangsung cukup lama.

“Warga prihatin minimnya tempat penampungan sampah yang ada di Ngawen, tempat penampungan sampah yang ada di sekitar lokasi pasar ini bukan tempat pembuangan akhir sampah,” kata Nur Fuadi dalam orasinya.

“Tentang tata kelola sampah di Ngawen, kami harap pemerintah mau memperhatikan hal ini,” imbuhnya.

Pantauan wartawan dilapangan, karena banyaknya penonton dan peserta karnaval yang melalui jalan provinsi tersebut, sempat membuat arus lalu lintas tersendat.

Drs. Suhirman, M. Si., Camat Ngawen mengapresiasi antusias masyarakat dalam karnaval tersebut.

“Kami merasa senang, karena antusias masyarakat Ngawen sangat tinggi dalam memeriahkan karnaval ini. Setelah sempat sedikit tegang karena usai pemilihan kepala desa (pilkades), kegiatan ini juga sebagai hiburan bagi masyarakat,” ungkapnya usai karnaval.

Terkait sindiran bak sampah, Suhirman menjelaskan bahwa masyarakat bebas berekspresi mengeluarkan pendapatnya untuk kemajuan Ngawen.

“Masyarakat bebas berekspresi untuk mengeluarkan pendapatnya. Itu kan bentuk kreativitas mereka yang peduli dengan lingkungan. Jika demi kemajuan Ngawen, kami akan membantu. Karena minimnya lahan, maka tidak ada TPS akhir,” jawabnya.

“Tidak semua harus dari pemerintah yang menyediakan. Kalau ada pemerintah desa yang menyediakan lahan, kami akan membantu mengajukannya ke dinas terkait untuk menyediakan bak sampah. Selain itu, kesadaran masyarakat yang lainnya juga penting, banyak masyarakat lainnya yang membuang sampah sembarangan,” tambah Suhirman.

Dirinya berharap, pelaksanaan karnaval tahun berikutnya bisa lebih meriah lagi serta akan mengevaluasi kegiatan tersebut agar tidak berdampak pada kemacetan arus lalu lintas.

“Kami berharap untuk tahun berikutnya bisa lebih meriah lagi. Karena perayaannya melalui ruas jalan utama, kami akan mengevaluasi untuk rute ditahun berikutnya agar tidak membuat kemacetan,” pungkasnya.

(Arifin)

Satu tanggapan untuk “PSHT Ikut Ramaikan Karnaval HUT RI ke 74 di Kecamatan Ngawen

  • Agustus 23, 2019 pada 6:06 am
    Permalink

    Mantap, luar biasa…
    Semoga Persaudaraan Setia Hati Terate di Ngawen semakin berkembang pesat dan selalu jaya selama lamanya…
    Salam PersaudaraaN 🙏🏻
    PSHT JAYA ✊

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *