Karyawan PT. Adei Plantation Tuntut Haknya

ANALISAPUBLIK.COM | Pelalawan – Perusahaan perkebunan kelapa sawit asal Malaysia ini beroperasi di wilayah kecamatan Pelalawan dan Bunut, yang mengelola lahan perkebunan dibeberapa desa yang ada di kecamatan Pelalawan dan Bunut.

Dari data yang dirangkum, perusahaan ini melakukan pemecatan karyawannya yang positif memakai narkoba.

Hal ini diawali dengan kebijakan perusahaan yang melakukan tes urine terhadap karyawan yang bekerjasama dengan BNN Pelalawan. Dan berdasarkan hasil tes urine yang dilakukan oleh BNN tersebut ternyata 16 karyawan positif pemakai narkoba.

Karena positif penguna narkoba manajemen PT. ADEI Plantation melakukan pemecatan karyawan sepihak dan mendadak, tanpa memperhatikan hak-hak karyawan tersebut.

Sementara berdasarkan UU tentang tenaga kerja jelas diatur setiap karyawan yang di pecat wajib dikeluarkan hak-hak nya.

” Pertanyaanya apakah memang seperti itu ketentuannya yang berlaku. Dan yang anehnya lagi baru pertama kali melakukan tes urine terhadap karyawan dan main pecat. Pada hal seharusnya direhab dulu karyawan tersebut disertai diberikan peringatan, jangan main pecat saja,” ujar jurkam Formasi Riau, Abdur Rahman, SH.

Dikatakannya Formasi Riau akan memperjuangannya dimana hak buruh yang di pecat tanpa pesangon itu terus dilakukan.

Humas PT.Adei, Budi Simanjuntak, yang coba dikonfirmasi oleh media analisapublik.com, melalui WhatsApp nya bungkam seribu bahasa tanpa memberikan keterangan.

Sementara Ketua FSPMI (Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia) Jasmadi, mengatakan juga sedang memperjuangkan nasib anggotanya yang diperlakukan tidak adil oleh PT. Adei Plantation.

” Awalnya sudah dilakukan bipartit, dengan perusahaan namun tidak ada titik temu dan keputusan dari manajemen PT. ADEI Plantation.

Jasmadi meneruskan,” Perjuangan terus dilanjutkan di Disnaker kabupaten Pelalawan pada Tanggal (26/8) secara tripartit tidak ada keputusan, karena pihak pengusaha tidak hadir memenuhi pangilan mangkir dari panggilan Disnaker maka dilanjutkan dengan tripartit ke 2 di Disnaker.” ungkap Jasmadi.

Yang dituntut mereka adalah dikembalikan untuk berkerja seperti semula, meminta hak pesangon penuh, berdasarkan pasal 156 UUK Nomor 13 tahun 2003 tentangTenaga Kerja.

Pada Hari Kamis ini (29/8) pemanggilan kedua pihak oleh Disnaker Pelalawan untuk melakukan perundingan.

Sementara itu Plt. Kadis Naker Pelalawan Abdul Rahman dikonfirmasi media melalui telepon berkali-kali dan juga melalui WhatsApp bungkam tidak ada jawaban sama sekali ketika dipertanyakan masalah pemecatan 16 orang karyawan PT. Adei Plantation ini.

(Penulis: Suswanto,S.Sos)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *