Proyek Pelebaran Jalan Senilai Rp. 14 Milyar Disoroti

ANALISAPUBLIK.COM | Banyuwangi – Proyek Peningkatan Kapasitas Jalan/Pelebaran Jalan Banjarsari – Kalibendo Kecamatan Glagah Kabupaten Banyuwangi (Jalan Kalibendo, Jalan Raya Kemiren, Jalan Kemiren – Tamansari, Jalan Pertigaan Gudang – Batas Dusun Glodak Desa Licin, Perkebunan Kalibendo) yang dikerjakan PT. Multi Razulka Sakti beralamat di Jl. Raden Patah PSK III No.D 11 Kota Pasuruan, Jawa Timur, diduga syarat penyimpangan.

Hal itu dikatakan Risky Kurniawan salah satu aktifis di Bumi Blambangan. Menurutnya, proyek bernilai Rp 14.427.204.000,00 pengerjaannya diduga tidak sesuai speksifikasi. Lantaran dalam penawaran seharusnya menggunakan ready mix beton pabrikan. Tetapi fakta dilapangan, ditemukan adanya ready mix beton cor yang diduga tidak diambil dari pabrikan.

“Sesuai dalam dokumen penawaran, ready mix beton cor seharusnya diambil dari pabrikan batching plant king dan merak, tetapi dilapangan ditemukan jika dalam pelaksanaanya ada sebagian yang tidak mengambil dari kedua perusahaan tersebut, dan pelaksana diduga melakukan campuran sendiri secara manual”, terangnya pada Jumat (6/9/2019).

Hal senada dikatakan Hariyanto yang lebih akrab dipanggil Cemeng dari Aliansi Rakyat Banyuwangi (ARB), pihaknya meminta agar dinas terkait harus tegas dalam melakukan pengawasan terhadap proyek tersebut.

“Proyek tersebut harga penawarannya sangat fantastis, yaitu turun hingga 5 Milliar lebih dari pagu awal senilai Rp 19.753.265.000,00. Sehingga pihak dinas harus benar-benar melakukan pengawasan agar pekerjaan sesuai dengan spek yang ditetepkan pihak dinas”, himbaunya.

Diwaktu terpisah, Danang Hartanto selaku Pelaksana tugas (PLT) Kelapa Dinas Bina Marga Cipta Karya dan Penataan Ruang (BMCKPR) Banyuwangi mengatakan pada prinsipanya, pekerjaan tersebut dikerjakan sesuai dokumen penawaran mereka, sesuai metode mereka, dan sesuai spek yang kita minta.

“Kita punya perencanaan yang kemudian kita umumkan dengan syarat-syarat yang sudah kami tentukan, dan pemenang tander telah melakukan penawaran sesuai dengan syarat-syarat yang kita berikan. Dan pengendalian teknis semuanya ada dikami, jadi saat ada yang kurang sempurna ya kita sempurnakan”, katanya.

Lebih lanjut, Danang (panggilan akrabnya), menjelaskan pengambilan ready mix beton cor harus sesuai pada dokumen penawaran yang memang telah memiliki ijin dan mempunyai kepastian barang sesuai spek yang kita syaratkan dalam dokumen.

“Saat ini kita sudah melakukan pengendalian seperti biasanya yang berkaitan dengan galian yang kurang dalam, kepadatannya yang kurang, yang kemudian secara otomatis pekerjaan kita hentikan pengecorannya agar dilanjutkan galiannya terlebih dahulu. Jika memang sudah sesuai, silahkan segera dilanjutkan pengecorannya”, terangnya.

Kemudian, terkait adanya temuan dari rekan lembaga, pihaknya akan melakukan pengecekan lebih mendalam.

“Kita lakukan pengecekan, kemudian kita rapatkan, kita panggil direksi, konsultan, serta suplayer agar diketahui kebenarannya. Tahapannya kan panjang, kita harus mendengar keterangan dari masing-masing pihak.”, tambahnya.

Sayangnya, sampai berita ini ditayangkan, masih belum dapat konfirmasi ke pihak pelaksana dan konsultan pekerjaan tersebut.

(Bud)

Satu tanggapan untuk “Proyek Pelebaran Jalan Senilai Rp. 14 Milyar Disoroti

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *