3 Bidang Tanah dan Bangunan Dieksekusi PN Batang

ANALISAPUBLIK.COM | Batang – Sempat menolak untuk pindah dari bangunan yang dihuninya, 4 keluarga di Desa Limpung Kabupaten Batang digugat ke Pengadilan Negeri Batang.

Namun setelah ada putusan dari Pengadilan Negri Batang mereka rela untuk pindah dari tempat huninya.

Kasus sengketa tanah yang dialami 4 Keluarga yakni H Sulistyo, Susanto, Khaerul Anwar dan Suyuti dengan keluarga ahli waris dari Sieme Hok Ling dan Siem Hij Bieaw akhirnya berujung ke PN Batang.

Tanah yang berada di Desa Limpung Rt 03 Rw 02, yang di huni 4 Keluarga tersebut di gugat oleh ahli waris dari 2 bersodara tersebut.

Setelah sekian lama proses persidang di Pengadilan Negri Batang, akhirnya sengketa tanah tersebut dimenangkan oleh keluarga Sieme Hok Ling dan Siem Hok Bieaw.

Hasil keputusan Pengadilan Negri Batang memutuskan, bahwa hasil persidangan dimenangkan oleh keluarga ahli waris Sieme Hok Ling dan Siem Hok Bieaw.

Berdasarkan keputusan PN Batang, nomor, 09/Pdt/2014/2015/PT/SMG jo Nomor 726 k/Pdt.2016 jo Nomor 22/PK/Pdt/2019.

Ahli waris dari Siem Hok Ling, Lewat Kuasa hukumnya, H Saroji, SH,.MH., ketua LBH Putra Nusantara Kendal, mengatakan, awal mula tiga bidang tanah tersebut merupakan milik Siem Hok Ling dan Siem Hok Bieaw berdasarkan bukti-bukti yang jelas.

Ketika dua bersaudara tersebut meninggal pada waktu 20 tahun silam, tanah tersebut dihuni oleh beberapa Eks karyawannya.

“Sudah sangat lama sekali empat Keluarga itu telah menempati tiga obyek tanah dan bangunan yang eksekusi ini,” katanya.

Dikatakan, sebelum tahun 2014 lalu, mereka sempat diberi waktu untuk pindah oleh ahli waris, akan tetapi mereka tidak mengindahkannya.

“Namun dalam jangka waktu yang cukup lama, dari mulai 2014 sampai 2019 mereka juga belum mengindahkan atas permintaan ahli waris,” terangnya.

Saroji menambahkan, setelah melalui lewat pendekatan mereka tetap tidak mau, hingga harus ditempuh melalui jalur hukum dan peninjauan kembali (pk), masih juga tidak diindahkan.

Terpaksa dilakukan eksekusi pada hari Selasa (10/09/2019) setelah ada putusan dari PN Batang.

“Setelah dieksekusi, tiga bidang tanah dan bangunan tersebut diserahkan pada ahli waris yang menggugat,” jelasnya.

Kabag Ops Polres Batang, Kompol Puji Iriyanto, SH., MH., mengatakan, untuk pengamanan eksekusi sengketa tanah tersebut, pihaknya mengerahkan 185 porsenil.

“Alhamdulillah eksekusi berjalan lancar dan aman terkendali,” paparnya.

(Zamroni)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *