DPPKA Ngawi : Mutasi SPPT Tidak Dipungut Biaya

ANALISAPUBLIK.COM | Ngawi – Sekitar pukul 10.00 wib siang media analisapublik.com datang ke kantor Dinas Pendapatan, Pengelolaan, Keuangan dan Aset Daerah (DPPKA) atau biasa masyarakat sebut Kantor Pelayanan Pajak Daerah Kabupaten Ngawi, Rabu (11/9/2019).

Kantor dua lantai yang beralamatkan di jalan Teuku Umar Ngawi ini agak lengang sepi pengunjung,terlihat pos pos ruangan pelayanan tidak banyak masyarakat yang antri dilayani.

Kedatangan awak media untuk mengkonfrontir dan mencari informasi terkait polemik yang terjadi di masyarakat mengenai biaya balik nama SPPT atau Pecah SPPT (sebutan dr warga_red) yang mereka keluhkan dengan biaya yang mahal yaitu sebesar 300 ribu hingga 500 ribu.

Warga Desa Kawu,Dusun Cangak’an,Kecamatan Kedunggalar ini misalnya mereka mengeluhkan atas pungutan biaya balik nama atau pecah SPPT yang sangat mahal dan sangat memberatkan bagi masyarakat.

Sebut saja S warga Dusun Cangak’an ini menceritakan kepada awak media bahwa sudah dimintai 500 ribu perbidang, S dimintai 2 juta sebanyak 4 bidang, “Waune SPPT jeneng kulo trus kulo pecah dados sekawan kangge anak anak kulo,dados mbayar kaleh ewu (Tadinya SPPT atas nama saya kemudian saya bagikan ke empat anak anak saya jadi saya dimintai bayar dua juta),” katanya.

Tak hanya SN korban lainnya sebut saja SG juga mengalami hal yang sama, hanya saja SG dipungut 300, “Saya bayar 300 katanya untuk mengurus SPPT,” tegasnya.

Badan Keuangan Agus Setyo Budi SE kepada awak media mengatakan secara tegas,”pembuatan SPPT baik Mutasi/Balik nama gratis tidak dipungut biaya jadi selama persyaratan lengkap langsung kita tindak lanjuti,”katanya.

Agus Setio Budi menambahkan,”kami sangat berterima kasih kepada media ikut meluruskan jika ada yang bilang biaya balik nama ataupun mutasi SPPT membayar,itu tidak benar jadi kami jangan dikambinghitamkan jika seandainya terjadi pungutan,” imbuhnya.

(Ar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *