Pelatihan Inovasi Pengembangan SDM TPID Kecamatan Natal

ANALISA PUBLIK.COM | Mandailing Natal- Tim Pelaksana Inovasi Desa (TPID) Kecamatan Natal Kabupaten Mandailing Natal menyelenggarakan pelatihan inovasi Pengembangan Sumber Daya Manusia (PSDM) pada Jumat (8/11/2019). Sebagai tindak lanjut kegiatan Program Inovas Desa 2019 di Negri Beradat taat beribadat.

Dalam laporannya Ketua TPID Kecamatan Natal, Mislahuddin menyampaikan bahwa kegiatan pelatihan PSDM untuk meningkatkan Kemampuan kapasitas Kader Pembangunan Manusia (KPM) uuntuk. Menerapkan di desa masing. “Peserta pelatihan sebanyak 35 orang yang berasal dari 28 desa se Kecamatan Natal”

Kegiatan pelatihan dibuka oleh Camat Natal, turut hadir para Pendamping Profesional (PDP, PDTI, dan PLD). Peserta sangat antusias mengikuti kegiatan pelatihan yang disampaikan oleh Narasumber.

Dalam sambutannya camat natal Riplan S.sos berharap team inovasi yang ada di tiap desa agar lebih respon dalam menyerap apa saja yang di butuhkan di tiap desa sehingga lahir inovasi inovasi guna meningkatkan kualitas dan kuantitas sumber daya manusia yang ada di tiap desa .

STUNTING adalah bentuk kekurangan gizi kronis, secara fisik anak STUNTING memiliki tinggi badan di bawah standart pertumbuhan anak normal seusianya. ( WHO ).

“Pendampingan dalam pencegahan stunting di Desa dilakukan oleh tenaga pendamping masyarakat Desa dan Kader Pembangunan Manusia (KPM). Namun demikian kegiatan pendampingan dimaksud juga dimungkinkan dilakukan oleh berbagai pegiat pembangunan dan pemberdayaan masyarakat Desa”. Untuk itu pada hari ini Bapak/Ibu Kaur Pemerintahan desa dan Kader Pembangunan Manusia dilatih, Riplan menambahkan.

Harun sarasih, narasumber dari Team Tenaga ahli Kabupaten Mandailing Natal. menyampikan materi “Perencanaan Kegiatan Konvergensi Stunting di desa” dan materi “Pengorganisasian Pelaku Konvergensi Pencegahan Stunting di desa”.

Tenaga Ahli P3MD Kabupaten Mandailing Natal, Harun juga turut menyampaikan materi, yaitu “Stunting , Dampak dan Pencegahanya” serta materi “Pengenalan Pertumbuhan & Pemantauan Layanan Konvergensi Stunting di Desa”.

Diakhir kegiatan peserta dipandu pemateri menyusun RKTL Kegiatan Konvergensi Penanganan Stuntig, pada penutupan pelatihan serta pemahaman materi STUNTING oleh dr. Hira Marina.

(Heri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *