Satnarkoba Polres Blora Ringkus Pengguna Narkoba dan Obat Terlarang

ANALISAPUBLIK.COM | Blora – Peredaran narkoba di wilayah Kabupaten Blora tidak bisa dipandang sebelah mata. Dalam kurun waktu bulan Agustus hingga Oktober 2019, Satuan Narkoba (Satnarkoba) Polres Blora berhasil mengamankan 5 tersangka narkoba. Selain itu, Satnarkoba juga berhasil mengamankan tiga tersangka pelanggar Undang-Undang Kesehatan, yang menjual obat obatan tanpa ijin dokter.

Kapolres Blora AKBP Antonius Anang, SIK, MH, mengungkapkan bahwa penangkapan tersebut dilakukan diwilayah berbeda, yakni di wilayah Kecamatan Jepon, Cepu dan Blora. Aparat mengamankan 8 tersangka yang berasal dari berbagai daerah di Jateng dan Jatim.

“Kita mengamankan dari 3 Kecamatan, yakni Cepu, Jepon, dan Blora. Untuk jumlah narkoba yang kita amankan jenis sabu sebanyak 2,5 gram. Berdasarkan 6 Laporan Polisi, 3 kasus Narkoba dan 3 kasus obat-obatan terlarang,” ucap Kapolres kepada para awak media, Jumat (08/11/2019).

Kapolres menambahkan tersangka yang diamankan ada 8 orang, pelaku diamankan beserta barang bukti narkoba dan juga kendaraan bermotor, diantaranya satu unit truk, satu unit mobil dan satu unit sepeda motor.

Kepolisian juga terus melakukan pendalaman terhadap kasus ini. Pasalnya, bisa jadi para tersangka ini terlibat dalam jaringan peredaran narkoba. Mengingat, adanya residivis kasus narkoba yang tertangkap dalam 3 bulan terakhir.

“Kita terus melakukan pendalaman untuk mendalami apakah mereka terlibat dalam jaringan narkoba atau tidak. Dari 6 kasus tersebut, ada 3 kasus sabu-sabu. Dimana barang bukti tiap kasus rata-rata hampir 1 gram, dengan diamankan kurang lebih 2,5 gram,” imbuh Kapolres.

Sementara itu, AKP Suparlan Kasatresnarkoba Polres Blora, memaparkan, 5 tersangka narkoba yang diamankan masing-masing adalah Mohammad Angga Prasetyawan bin Sukardi (28) warga Padangan Bojonegoro, Kurmin Bin Sukawi (42) warga Pati , Jumanto bin Jitmanto (45) warga Jepon asli Kediri, Sugeng Riyanto Alias Gondes bin Darmo Sukardi (38) warga Bangkle Blora dan Wiji Santoso alias Wijes bin Soewito (37) warga Jepon.

Sedangkan ketiga pelanggar Undang Undang Kesehatan yang menjual obat obat keras tanpa Ijin dokter adalah, Abas Sanudin bin Abdullah Umar, (57) Warga Kecamatan Jepon, Ridwan Nur Adi Yahya, (22) Warga Kecamatan Blora, Santoso alias Gerandong bin Sukardi (31) Warga Kecamatan Jepon.

Keterlibatan tersangka dalam kasus ini tidaklah sama. Ada yang berperan sebagai pengguna, ada yang berperan sebagai kurir, ada pula yang merupakan residivis untuk tidak pidana yang sama. Mereka dijerat dengan pasal bervariasi sesuai UU no 35 tahun 2009, dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara. Sedangkan untuk pelanggar UU Kesehatan, tersangka dijerat UU No. 36 tahun 2009 dengan pidana penjara paling lama 10 tahun.

(Arifin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *