KTH Setempat Diduga Intimidasi Ketua LMDH Wono Makmur

ANALISAPUBLIK.COM | Banyuwangi – Ketua LMDH Wono Makmur, Sukidi S Pd, mengaku telah mendapat perlakuan yang mengarah pada aksi intimidasi. Dia didatangi, Ketua Kelompok Tani Hutan (KTH) Wono Asih Makmur Sejahtera, Edi Lasmono, bersama sejumlah orang dan dipaksa menanda tangani surat persetujuan.

Yakni surat persetujuan peleburan LMDH Wono Makmur, kedalam KTH besutan Edi Lasmono.

“Saya didatangi Edi Las (panggilan Edi Lasmono), jam 1 malam, dia bersama orang besar-besar, sampai subuh, saya diminta tanda tangan, dipaksa-paksa,” kata Ketua LMDH Wono Makmur, Sukidi, Senin (18/11/2019).

Atas kejadian ini, Kidin, sapaan akrab Sukidi, berharap kepedulian dari aparat dan pihak Perhutani. Mengingat LMDH yang dia pimpin memiliki legalitas.

Tapi disisi lain, akibat dugaan intimidasi tersebut, dia bersama para anggota LMDH Wono Makmur resah. Terlebih, secara massive KTH Wono Asih Makmur Sejahtera, telah melakukan pengukuran dan pematokan dilahan Perhutani KPH Banyuwangi Selatan.

“Sebagai warga negara yang taat, kami bersedia jika diharuskan melebur kedalam KTH, tapi KTH harus memiliki SK, karena diakui atau tidak, LMDH kami ini sah dimata hukum,” ungkap Kidin.

Sekedar diketahui, LMDH Wono Makmur adalah penggarap lahan Perhutani KPH Banyuwangi Selatan. Tepatnya di RPH Pulau Merah, BKPH Sukamade, masuk wilayah administrasi Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi. Anggota berjumlah 800 an orang.

Sedang KTH Wono Asih Makmur Sejahtera, memiliki 1.300 an anggota. Mereka juga akan menjadi mitra Perhutani diwilayah yang sama. Namun, hingga kini KTH pimpinan Edi Lasmono ini belum mengantongi Surat Keputusan (SK) dari Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

Meski belum ber SK, mereka bersikukuh telah melakukan MoU dengan Perhutani KPH Banyuwangi Selatan.

Sayang, Ketua KTH Wono Asih Makmur Sejahtera, Edi Lasmono, menolak berkomentar. Sejumlah wartawan yang mencoba klarifikasi via selular terkait aksi kedatangan rombonganya kerumah Sukidi pada jam 1 dini hari, langsung diblokir.

Disisi lain, baik Humas maupun ADM Perhutani KPH Banyuwangi Selatan, Muklisin dan Nur Budi Susetya, juga tidak berkomentar. Khususnya tentang adanya pengakuan bahwa KTH pimpinan Edi Lasmono, yang belum ber SK, diam-diam telah menjalin MoU dengan Perhutani KPH Banyuwangi Selatan sejak awal 2019. Dan selanjutnya MoU tersebut diduga dijadikan dasar oleh KTH Wono Asih Makmut Sejahtera untuk melakukan pengukuran dan pemasangan patok dilahan RPH Pulau Merah, BKPH Sukamade.

(Tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *