Protes Kebijakan Kades Serta Dukung Investasi, Ratusan Warga Aksi di Kantor Desa Sumberagung

ANALISAPUBLIK.COM | Banyuwangi – Ratusan warga Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi, kepung kantor desa setempat, Kamis (28/11/2019). Aksi dilakukan sebagai bentuk dukungan atas investasi dan program pemberdayaan dan pembangunan dari perusahaan tambang emas PT Bumi Suksesindo (PT BSI). Dan memprotes atas terbitnya surat kades tentang rekomemdasi pencabutan izin tambang emas PT BSI beberapa waktu yang lalu.

“Mari, parameter kita bersama adalah perundang-undangan,” teriak orator aksi, Budi Santoso.

Menurutnya, Aksi kali ini Bentuk dukungan investasi yang ada di daerahnya, yang dirasa banyak membawa manfaat.

“Saya paham dengan aksi yang sebelah yang kontra, tapi disini saya dan rekan rekan yang lain bermaksud untuk mendukung investasi yang ada utamanya dengan adanya pertambangan emas PT BSI juga sudah banyak membawa manfaat bagi masyarakat Sumberagung khususnya dan Kecamatan Pesanggaran pada umumnya,” ucapnya.

Berkaitan dengan Surat rekomendasi pencabutan Izin PT BSI yang di keluarkan kepala Desa Sumberagung, menurut Budi Santoso surat tersebut sudah di cabut dengan di terbitkanya surat No 540/249/429.515.02/19, ini Kades Sumberagung menyatakan mencabut suratnya terdahulu, No 540/247/429.515.02/19. Atau Surat Rekomendasi Pencabutan Izin Tambang Emas PT BSI.

“Surat tersebut dikirim ke Gubernur per hari ini.” Pungkas Budi.

Dalam aksi tersebut juga terdengar seruan Warga yang menilai tindakan kades sudah melampaui kewenangan dan cukup kelewatan. Karena bisa memicu konflik yang ujungnya bisa menimbulkan korban dikalangan wong cilik.

Selain itu, perbuatan Vivin juga disinyalir sarat kepentingan. Itu terlihat dari sikapnya yang dengan mudah menuruti keinginan kalangan kelompok tolak tambang emas PT BSI, yang notabene diduga bukan warga Desa Sumberagung. Dimana jumlah nya pun jauh lebih sedikit dibanding masyarakat pro tambang.

Padahal, 1500 warga ring satu dan sejumlah daerah di Banyuwangi yang bekerja di PT BSI, seharusnya bisa menjadi bahan pertimbangan kades. Termasuk ribuan warga Desa Sumberagung yang sudah menerima manfaat CSR (Corporate Social Responsibility) PT BSI.

(*/Bud)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *