Sekda Nias Utara Segera Panggil Dinas PUPR Terkait Sarana Air Bersih

  • Whatsapp

ANALISAPUBLIK.COM | Nias Utara – Sekretaris Daerah Kabupaten Nias Utara Yafeti Nazara.S.Kep.,M.Kep.,NSpM saat dimintai tanggapannya di ruang kerjanya Kamis (29/11/2018) di Jalan Gowezalawa, Kantor Bupati Nisut, terkait dengan Pembangunan Sarana Air Bersih di Hilimaziaya Kecamatan Lotu.

Muat Lebih

Yafeti mengungkapkan, bahwa dalam waktu dekat akan ke lokasi tersebut, namun sebelumnya akan sesegera mungkin memanggil Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Yulius Zai untuk dijelaskan kepada Saya (Yafeti) bagaimana perencanaan kegiatan tersebut.

“Seusai nanti mendengarkan penjelasan Yulius Zai akan kita bersama-sama ke lokasi, jika sumber air benar adanya dari aliran pembuangan warga, maka kegiatan itu kita akan hentikan dan mencari mata air yang lebih Higienis,” pungkasnya.

Ia berharap agar informasi yang sedang berkembang di tengah-tengah masyarakat terkait hal itu agar tidak terprovokasi dengan informasi yang tidak jelas.

Di tempat terpisah, Wakil Ketua DPRD Nias Utara, Fatizaro Hulu saat dimintai tanggapannya terkait saluran air bersih tersebut, politis Partai Gerindra ini mengungkapkan dengan nada yang kesal terhadap dinas terkait, agar jangan mencoba-coba mengalirkan air tersebut kepada warga kalau belum layak digunakan oleh masyarakat. Hal ini sangat disesalkan karena hal ini pernah disampaikan oleh rekannya pada rapat di DPRD dengan Dinas terkait beberapa waktu yang lalu, namun tetap saja pembangunan itu tetap diteruskan.

Untuk diketahui bahwa saluran air bersih yang akan dialirkan ke rumah warga seputaran ibu kota Nias Utara termasuk Pendopo Bupati dan Rumah sakit Pratama yang yang akan beroperasi awal tahun 2019 mendatang.

Sementara di kesempatan sebelumnya berdasarkan pernyataan yang dihimpun oleh awak media, Kabid Tata kota Dinas PUPR Nisut, bahwa kegiatan tersebut sedang dalam proses uji laboratorium oleh Dinas Lingkungan Hidup dan juga sudah pernah datang ke lokasi.

Pihak DLH yang diwakil Kabid Lingkungan Hidup menyampaikan belum pernah datang ke lokasi sumber air tersebut karena hingga detik ini, Dinas PUPR belum pernah kita diajak secara resmi, boro-boro kita lakukan uji laboratorium, pungkasnya. (Sudi)


Loading...

Pos terkait

Loading...