Lima Kepala Perwakilan Media Online Provinsi Sumut Membahas Berita Hoax

  • Whatsapp

ANALISAPUBLIK.COM | Medan – Maraknya berita hoax yang beredar di kalangan masyarakat berdampak buruk bagi para pembaca berita online. Pikiran-pikiran berandai-andai akan muncul di pembahasan group,komunitas dan kelompok tertentu akan pemberitaan hoax.

Bacaan Lainnya

Pemberitaan fakta dan akurat akan menjadi pertimbangan betul apa hoax berita tersebut. Ini akan menurunkan rasa percaya diri seorang itu untuk membaca berita yang bersumber dari online.

Belakangan ini hoax begitu hangat diperbincangkan di kalangan remaja dan orang tua yang diangap sangat meresahkan publik dengan informasi yang tidak dapat dipastikan kebenaranya.

Pemerintah telah mengeluarkan undang-undang tentang penyebaran berita palsu dan ratusan orang telah terjaring dan menjalani hukuman, masih saja belum ada efek jera bagi mereka yang ber gelut dalam pemberitaan hoax.

Berita hoax sampai saat ini masih bertebaran dan bergentayangan di media sosil yang meramaikan setatus sampai keberanda group media sosial, berita hoax laris manis terbaca bagi pengiat pembaca online. Terliat di tahun politik ini berita saling menjelekan lawan politik rame bertebaran di media sosial.

Sedikit lawan politik berargumen salah mengucap lawan politik sebelah akan menghajutnya sampai kebabak kesalahan selanjutnya. Dalam hal ini 5 kepala perwakilan media online yang kantor redaksinya diluar provinsi sumatra utara mendiskusikan pandangan berita-berita yang tidak berimbang dan hanya menjelekan-jelekan nama baik sepihak.

Lima kepala perwakilan media online yang bertemu dan menjalin talisilahturahmi di rumah makan jalan Sutomo Medan(12/12), diataranya Acong sembiring dari media analisapublik.com Juliver lubis dari kongkrit.com, Tison sembiring dari media tajukutama.com, Yehezkiel ginting dari Rilisnews.com dan pimpinan redaksi dari kabardaerah.com

Dari lima kepala perwakilan tersebut sangat serius membahas berita hoax yang tidak dapat dipastikan kebenaranya dan membahas pilpres dan pileg yang akan di adakan ditahun 2019 yang mendatang.

Dalam pemilu yang akan mendatang harapan dari semua pimpinan wilayah media online tersebut media layaknya independen dan dapat memberitakan hal yang positif dan akurat.

Sehinga berita yang sampai pada masyarakat dapat menjadi dorongan semangat, motifasi, sumber pengetahuan dan mencerdaskan bangsa.

Lima kepala perwakilan tersebut akan membuat suatu komunitas yang dapat bekerja sama dengan pemerintah untuk memerangi berita-berita yang tidak berimbang dan berita hoax.

Mereka jugak berharap kepada masyarakat untuk melakukan pengecekan pemberitaan yang akurat sumbernya dan kebenarannya baru dibagikan ke semua teman dimedia sosial. Berhubung media online yang begitu banyak dan sangat mudah untuk membuatnya maka dengan itu berhati-hatilah untuk bermedia sosil karena jari-jari tangan akan menentukan arah kebijakan hukum. (Acong sembiring)


Loading...

Pos terkait

Loading...