Boasa Simanjuntak : Oknum Anggota DPRD Sumut Menghalangi Penyidik Kepolisian

  • Whatsapp

ANALISAPUBLIK.COM | Medan – Dalam kasus pembangunan Gedung Pusdiklat Pesantren Buddhis Sigalovada diatas tanah bersertifikat hak milik PT. Alam Tamanindo Indah Lestari, Jl. Perak Kecamatan Medan Deli yang belum kunjung menemukan titik temu dari permasalahan yang sebenarnya.

Muat Lebih

Ternyata keterlambatan pengungkapan permasalahan penyerobotan penggunaan tanah milik orang lain tersebut ada oknum DPRD Sumut yang bermain-main dengan penguasa. Pasalnya oknum tersebut menghalangi kinerja tugas Kepolisian Resort Pelabuhan Belawan.

Diketahui, Brilliant Mochtar menghalangi penyidik Polres Pelabuhan Belawan yang akan memasang plank pemberitahuan diatas tanah tersebut pada Senin 25 Februari 2019.

Pembangunan Gedung Pusdiklat Pesantren Buddhis Sigalovada yang dibangun oleh Yayasan Pubbarama telah disidik atas Laporan Polisi Nomor : STTLP/364/XI/2018/SPK-TERPADU, tanggal 14 November 2018.

Dalam hal tersebut, Boasa Simanjuntak, SH, MH, saat ditemui di suatu kafe yang ada di kota medan, Menimbulkan berbagai pertayaan dan sikapnya terhadap oknum DPRD Sumut yang tidak berpihak pada posisi membela yang benar.

“Saya bingung terhadap pekerjaan oknum ini, apakah beliau di DPRD itu melindungi penguasa dan bukan melindungi rakyat yang tertindas, dalam kapasitas ini saya bertanya kepada oknum tersebut, pertama dalam kapasitas apa Brilliant Mochtar menghalangi tugas Kepolisian dalam melaksanakan tugas penyidikan pemasangan plank diatas tanah yang disidik?,” katanya.

Apakah menghalangi tugas Kepolisian dalam penyidikan yang dilakukan oleh Brilliant Mochtar adalah atas perintah PDIP?

Sebagai anggota DPRD Sumut, seharusnya Brilliant Mochtar berada pada posisi yang Benar dan bukan posisi pembenaran.

Pada prinsipnya PT Alam Tamanindo Indah Lestari tidak mempermasalahkan ataupun keberatan atas keberadaan Gedung Pusdiklat Pesantren Duddhis Sigalovada, akan tetapi yang dipermasalahkan adalah bangunan tersebut dibangun diatas tanah bersertifikat hak milik kepunyaan PT Alam Tamanindo Indah Lestari, dan Brilliant Mochtar jangan menyulut konflik agama.

Brilliant Mochtar harus mengklarifikasi ucapannya yang mengatakan tentang hukum di republik ini sudah tidak seperti dulu, hitam bisa putih dan putih bisa hitam, serta mengatakakan beberapa penegak hukum yang berani bermain api.

Ini jadi perhatian serius, Apa yang dilakukan oleh Brilliant Mochtar pada hari Senin 25 Februari 2019 terhadap aparat penyidik Kepolisian Resort Pelabuhan Belawan akan kami tindak lanjuti membuat pengaduan ke Kepolisian dan menyurati Ketua Umum PDIP.

“Untuk itu kami mendesak Kepolisian Resort Pelabuhan Belawan jangan takut terhadap apapun dalam penegakan hukum,” pungkasnya. (Acong sembiring)


Loading...

Pos terkait

Loading...