Bupati Aceh Tamiang Tinjau Kesiapan Rekayasa Lalu Lintas Kota Kuala Simpang

  • Whatsapp

ANALISAPUBLIK.COM | Aceh Tamiang – Jelang ujicoba rekayasa lalu lintas di kawasan pusat bisnis (CBD) Kota Kualasimpang, pagi tadi Bupati Aceh Tamiang Mursil, SH., M.Kn., bersama Wakil Bupati Tengku Insyafuddin, ST. dan Forkopimda melakukan inspeksi mendadak atau sidak, Kamis (18/07/19).

Sidak dilakukan pada beberapa titik yang diduga akan menjadi titik-titik lemah saat rekayasa dilaksanakan dalam beberapa hari ke depan.

Bacaan Lainnya

Bergerak dari Pendopo sekira pukul 06.30 WIB pagi, Bupati yang didampingi Wakil Bupati, Ketua DPRK Fadlon, Sekda Basyaruddin, Kapolres AKBP Zulhir Destrian, serta Dandim 0117/Aceh Tamiang Lerkol Inf. Deki Rayusyah Putra, pertama kali menuju ke Pasar Pagi Kualasimpang. Tiba di sana, Bupati dan rombongan langsung masuk kedalam Pasar Pagi guna melihat langsung keadaan pasar pasca ditertibkan beberapa waktu sebelumnya.

Bupati Mursil dan rombongan sempat berbincang-bincang dengan para pedagang serta pembeli yang ditemui. Pada kesempatan itu, Bupati kembali menegaskan pentingnya menata Kota Kualasimpang, termasuk Pasar Pagi untuk menciptakan kenyamanan bagi semuanya.

“Pasar pagi ini sudah selayaknya kita tertibkan dan kita tata. Kemarin-kemarin kita lihat, kondisinya begitu semrawut. Kita ingin ciptakan suasana yang nyaman bagi pedagang dan pembeli berbelanja kemari. Karena itu, pedagangnya kita tertibkan terlebih dahulu, supaya dapat berjualan di tempat yang telah disediakan,” ujarnya.

Dari pasar Pagi, Bupati, Wakil Bupati dan Forkopimda menginspeksi keadaan lokasi lahan parkir yang telah disediakan Pemkab. Menurut Bupati Mursil, sediaan lahan parkir ini sudah cukup layak guna menghindari penggunaan bahu dan badan jalan sebagai lahan parkir, sebagaimana praktik selama ini.

Diungkapkannya, bahwa sudah puluhan tahun Kota Kualasimpang terkesan dibiarkan dalam kesemrawutan, seperti tanpa ada upaya membenahi dan menatanya. Karena itulah, Bupati mengakui bahwa kerja penataan Kota Kualasimpang ini adalah kerja besar dan kerja berat. Perlu dukungan semua pihak supaya dapat berjalan dengan baik.

Namun, ia mengapresiasi dukungan dan partisipasi masyarakat atas pelaksanaan penataan kota ini. “Alhamdulillah, tingkat kesadaran dan partisipasi masyarakat sudah tinggi. Ini patut kita apresiasi. Para pedagang, misalnya, dengan kesadarannya melakukan pembongkaran kios-kiosnya sendiri guna mendukung penataan kota.

(Chan)


Loading...

Pos terkait

Loading...