Tes Kenaikan Siswa PSHT, Harus Kuat Fisik dan Mental

  • Whatsapp

ANALISAPUBLIK.COM | Lamongan – Sebanyak 91 siswa perguruan pencak silat Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT), mengikuti ujian kenaikan tingkat Pra Warga menuju Warga PSHT, Minggu (28/03). Para siswa tersebut, diharuskan mengikuti ujian Kenaikan Tes Materi Baik fisik dan Mental dipertemukan sekitar 42 pendekar.

Bacaan Lainnya

Sejak pukul 06.00 WIB, sebanyak 15 siswa putri dan 76 siswa putra yang berasal dari 14 rayon Ranting Karanggeneng, tampak telah bergabung Utusan Dari Cabang PSHT Lamongan,Polsek Karanggeneng dalam hal ini dihadiri Anggota Bripka Mutadi,Iptu Raksan di Lapangan Sepak Bola Desa Sumberwudi Dusun Glogok, Kecamatan Karanggeneng.

Sebelum lulus ujian Pra warga dari (siswa), dan mengambil sabuk putih, mereka berurutan persiapan Lari terlebih dahulu, sebelum di uji fisik dan Mental dalam tes.

Ketua PSHT Cabang Lamongan, HARTO,SPd,MM, dalam pagi hari ini di wakili Sujak menjelaskan untuk bisa lolos dan menyandang sabuk putih para siswa menunjukkan kebolehannya di hadapan sekitar para pendekar, yang ditunjuk sebagai penguji.

Para siswa tersebut diharuskan menunjukkan berbagai macam gerakan beladiri yang telah mereka bahas sebelumnya. Sedangkan Yang dinilai, Adalah KECEPATAN, kekuatan ATAU Fisik Dan Daya
Ingat.

“PSHT merupakan perguruan silat Yang menjunjung Tinggi Nilai budi luhur Dan KUAT hearts Persaudaraan Kemanusiaan. Dalam salah satu semboyannya yaitu “Dadi wong SH Terate iku, paribasane Tego larane ora tego patine (jadi orang SH Terate itu, harus membantu para SHTerate yang lain),” papar M.Nur untuk Tim Analisapublik.com saat dihubungi melalui telepon, Minggu (28 / 07) pagi.

Setelah menyandang sabuk putih, Samsul berharap para siswa tersebut dapat menjuarai kompetisi-kompetisi olahraga beladiri yang dipertandingkan oleh berbagai yang tidak, serta mampu mengabdikan diri untuk bangsa dan negara.
“Yang Pasti sebagai Warga (anggota) PSHT, wajib hukumnya can berbudi luhur Dan pastinya can Menjaga Kesatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI),” tandasnya.

Untuk Dikenal, Perguruan Pencak Silat PSHT yang didirikan di Madiun pada tahun 1922 itu, hingga saat ini memiliki pendekar-pendekar di berbagai negara. Dan dalam perkembangannya, sudah ada jutaan anggota PSHT yang menyebar di seluruh penjuru dunia.

Di cabang Lamongan yang diketuai oleh Safuan, ada sekitar 91 Perempuan Sebanyak 15 dan Laki – laki 76 anggota dan Ratusan anggota berstatus Warga (Pelatih), yang masih mengikuti pelatihan rutin di masing – masing Rayon Ranting Karanggeneng.

Kabiro Pantura Lmg. (M.Nur.)


Loading...

Pos terkait

Loading...