BPJS Kesehatan Mudahkan Proses Penjaminan Korban Laka Lantas

  • Whatsapp

ANALISAPUBLIK.COM | Biak Numfor – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan terus meningkatkan pelayanan yang terbaik untuk masyarakat.

Hal ini dibuktikan melalui sinergi dengan dua lembaga lainnya, PT Jasa Raharja (Persero) dan Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri. Sinergi antara ketiga lembaga tersebut dinamakan ‘Integrated System for Traffic Accidents (Insiden)’.

Muat Lebih

Kepala BPJS Kesehatan Kantor Cabang Biak, Budi Sukwara mengatakan bahwa “Insiden” memudahkan masyarakat pengguna kartu Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dan Kartu Indonesia Sehat (KIS) dalam memperoleh penjaminan saat mengalami kecelakaan.

Hal itu karena koordinasi terkait penjaminan bagi para korban kecelakaan lalu lintas (laka lantas) sudah tidak diproses secara manual, seperti yang terjadi sebelumnya. Waktu dalam memproses penjaminan pun akan semakin efektif.

“Kalau dulu, koordinasi penjaminan korban kecelakaan lalu lintas dilakukan secara manual, namun sekarang sudaj dilakukan secara digital dan terkoneksi dengan aplikasi BPJS Kesehatan, PT Jasa Raharja dan Kepolisian,” ujar Budi dalam acara Ngopi Bareng yang digelar di meeting roo. Hadi Supermarket, Biak, Rabu (31/7).

Ia menjelaskan, sebelum ada “Insiden”, para korban maupun keluarga korban laka lantas biasanya harus menyambangi kantor BPJS dan Jasa Raharja untuk melakukan proses penjaminan.

“(Dulu) keluarga korban harus mengunjungi Kantor Cabang PT Jasa Raharja (Persero) dan Kantor Cabang BPJS Kesehatan,Namun kini, para peserta yang menjadi korban laka lantas itu bisa mengkoordinasikan penjaminan melalui aplikasi tersebut.

“Sekarang, proses penjaminan peserta JKN-KIS yang menjadi korban kecelakaan lalu lintas pun menjadi kian mudah berkat “Insiden”,” kata Budi.

Melalui “Insiden”, proses koordinasi penjaminan bisa dilakukan melalui web service secara real time.

Tidak hanya diperoleh para korban laka lantas, manfaat aplikasi ini ternyata juga tentunya diperoleh BPJS Kesehatan, Jasa Raharja serta fasilitas kesehatan yang menjadi mitra. Hal itu karena “Insiden” memudahkan dan mempercepat kedua lembaga itu dalam melakukan koordinasi. Sehingga transparansi dalam proses penjaminan bisa terlihat jelas dan pihak rumah sakit pun lebih mudah dalam memantau prosesnya.

Di Biak aplikasi ini belum di laksanakan, namun Budi menjelaskan, sesegera mungkin akan diterapkan.

(JER)


Loading...

Pos terkait

Loading...