Bupati Saiful Ilah : Sidoarjo Harus Meningkat Meraih Penghargaan Menjadi Swasti Saba Wiwerda

  • Whatsapp

ANALISAPUBLIK.COM | Sidoarjo – Dengan akan dilakukannya Veridikasi Nasional tentang Program Kabupaten Kota Sehat, Kabupaten Sidoarjo melakukan pertemuan koordinasi dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Camat, Polsek, Koramil, Tim Penggerak PKK, Karang Taruna, Kades/Kakel dan Direktur Perusahaan di aula Delta Graha Setda Sidoarjo, Rabu (31/7).

Bupati Sidoarjo H. Saiful Ilah SH., M.Hum mengatakan Kabupaten Kota Sehat merupakan program unggulan Kementerian Dalam Negeri RI bersama Kementerian Kesehatan RI. Tujuannya tercapainya kondisi hidup bersih, nyaman, aman dan sehat di masyarakat. Program tersebut melibatkan peran aktif masyarakat untuk berkontribusi langsung terhadap pembangunan kesehatan,’ katanya.

Muat Lebih

“Dua tahun lalu Kabupaten Sidoarjo berhasil meraih penghargaan Kabupaten Kota Sehat atau penghargaan Swasti Saba. Namun penghargaan Swasti Saba masih tingkat Padapa atau Pemantapan. Tahun ini dirinya berharap akan meningkat menjadi Swasti Saba Wiwerda atau Pembinaan. Penghargaan Kabupaten Kota Sehat sendiri terbagi dalam tiga tingkatan. Yakni Pemantapan (Padapa), Pembinaan (Wiwerda) serta Pengembangan (Wistara)”,’ paparnya.

“Tahun ini Kabupaten Sidoarjo harus meningkatkan penghargaan menjadi Swasti Saba Wiwerda,” pintanya.

Masih Bupati, Program Kabupaten Kota Sehat memiliki 9 tatanan yang saling terintegrasi satu dengan yang lain. Tahun ini Kabupaten Sidoarjo berniat meningkatkan penghargaan Kabupaten Kota Sehat dengan empat tatanan. Yakni tatanan kehidupan masyarakat sehat yang mandiri, kawasan permukiman, saranan dan prasaran umum, kawasan industri dan perkantoran sehat, serta tatanan kehidupan sosial yang sehat,’ terangnya.

Kepala Dinas Kesehatan Sidoarjo drg. Syaf Satriawarman, Sp. Pros menerangkan tahun 2018 lalu Kabupaten Sidoarjo telah lolos verifikasi Jawa Timur untuk tingkatan Swasti Saba Wiwerda. Tahun 2019 ini akan dilakukan verifikasi nasional untuk meraih penghargaan Swasti Saba Wiwerda. Oleh karena itu diperlukan koordinasi intensif antar semua pihak. Semua pihak diharapkan berperan aktif dalam Program Kabupaten Kota Sehat,’ terangnya.

drg. Syaf menjelaskan penilaian Kabupaten Kota Sehat ditekankan pada penilaian Open Defecation Free (ODF). ODF adalah kondisi masyarakat tidak buang air besar sembarangan perilaku ODF masyarakat Sidoarjo masih 32 %. Kita belum bisa lulus kalau belum sampai diatas 60 %,” tutupnya.

(HERI)


Loading...

Pos terkait

Loading...