Miliki Puluhan Amunisi dan Senjata Tajam, Max Dibekuk Polisi

  • Whatsapp

ANALISAPUBLIK.COM | Biak Numfor – Kapolres Biak Numfor AKBP Mada Indra Laksanta, SIK. M. Si, Senin (9/9/2019) lakukan Press Release kasus tindak pidana kepemilikan amunisi dan senjata tajam yang terjadi pada Rabu, 4 September 2019, pada pukul 06.30 WIT di Pelabuhan Laut Biak, bertempat di Media Centre Polres Biak Numfor.

Berdasarkan laporan Polisi Nomor : LP/377/IX/2019/Papua/Res.Biak.Tanggal 04 September 2019, melakukan tindak pidana tanpa hak membawa amunisi dan senjata penikam, MW alias Max (34) warga Kabupaten Kepulauan Yapen, di tangkap di Pelabuhan Biak dengan menumpangi KM Cirimai menuju Biak.

Bacaan Lainnya

“Tersangka tertangkap dengan membawa, 64 butir amunisi caliber 5,56 mm, 1 buah sangkur king vobra, 1 pasang pdl loreng lengkap dengan atribut sepatu pdl dan topi loreng berlambang bintang kejora KNPB”, jelas Kapolres.

Kapolres menjelaskan, atas perbuatannya tersangka di jerat dengan UU Darurat RI No.12 Tahun 1951, menyebutkan Pasal 1 (1) Barang siapa, yang tanpa hak memasukkan ke Indonesia, membuat, menerima, mencoba memperoleh, menyerahkan atau mencoba menyerahkan, menguasai, membawwa, mempunyai persediaan padanya atau mempunyal dalam millknya, menyimpan, mengangkut, menyembunyikan, mempergunakan, atau mengeluarkan dari Indonesia sesuatu senjata api, amunisi atau sesuatu bahan peledak, dihukum dengan hukuman mati atau hukuman penjara seumur hidup atau hukuman penjara sementara setinggi-tingginya dua puluh tahun.

“Tersangka juga di jerat dengan Undang – Undang yang sama pasal 2 ayat 1 dengan hukuman penjara 10 tahun,” tegasnya.

Hadir dalam Press Release kasus tindak pidana kepemilikan amunisi dan senjata tajam, Bupati Biak Herry Ario Naap, S. Si. M. Pd, Kajari Biak dan pejabat TNI POLRI lainnya.

(JER)


Loading...

Pos terkait

Loading...