Polres Biak Numfor Gelar Deklarasi Kesepakatan Bersama Ciptakan Papua Damai

  • Whatsapp

ANALISAPUBLIK.COM | Biak Numfor – Kasus rasisme terhadap mahasiswa Papua di Surabaya yang berujung rusuh di beberapa daerah di Papua penegakan hukum sudah dilaksanakan mulai dari pusat sampai ke daerah.

“Kami mau memberitahukan kepada semua bahwa, penegakan hukum terkait fenomena yang terjadi belakangan ini, sudah dilakukan dari Jakarta, Surabaya, Malang, kemudian Sorong, Manokwari, Fak – fak sampai Jayapura, semua penegakan hukum sudah dilakukan tanpa pandang bulu,” ungkap Kapolres Biak Numfor AKBP Mada Indra Laksanta, SIK. M. Si, pada acara deklarasi kesepakatan bersama, di Polres Biak Numfor, Senin (9/9/2019).

Bacaan Lainnya

Kapolres menjelaskan keamanan adalah salah satu dasar terlaksananya pembangunan di daerah. “Kalau Biak sudah aman, Ayo ! Mari, program – program dari pak bupati, kita dukung semua. Untuk kesejahteraan masyarakat”. Kata Kapolres.

Sementara itu, Bupati Biak Numfor, Herry Ario Naap, S. Si. M. Pd menyampaikan ucapan terimakasih kepada aparat keamanan TNI POLRI, tokoh agama, masyarakat, permpuan, pemuda dan seluruh elemen masyarakat yang ikut membantu menjaga kantibnas sehingga biak tetap aman dan kondusif.

“Persoalan yang terjadi di bangsa ini, menjadikan kita yang ada di Tanah Papua melakukan berbagai aksi demo namun di Biak kita boleh menunjukan dengan cara yang lebih baik”. Ungkap bupati

Bupati pada kesempatan tersebut membacakan Deklarasi kesepakatan bersama yang di ikuti oleh seluruh peserta yang hadir.

Isi dejlarasi tersebut yakni : 1. Menjaga persatuan dan kesatuan di Tanah Papua. 2. Hidup berdampingan rukun, damai, dengan penuh kasih sayang. 3. Sepakat tidak terpengaruh oleh isu – isu yang tidak benar. 4. Sepakat menolak kelompok separatis dan radikal di Tanah Papua.

Usau pembacaan deklarasi, Bupati, Kapolres Biak, dan pejabat TNI POLRI, tokoh adat,, agama, masyarakat, perempuan dan tokoh pemuda menandatangani hasil deklarasi bersama tersebut.

(JER)


Loading...

Pos terkait

Loading...