Buaya 8 Meter Gigit Nelayan, Camat Cek Lokasi Sungai Simangalam

  • Whatsapp

ANALISAPUBLIK.COM | Labuhanbatu Utara – Mesran (59) berprofesi sebagai seorang Nelayan Tradisional warga Dusun Tanjung Alam Desa Simangalam, diterkam hewan Buaya sungai diperkirakan sepanjang 8 meter di Sungai Simangalam, Kecamatan Kualuh Selatan, Kabupaten Labuhanbatu Utara.

informasi diperoleh, Pagi itu, korban Mesran (59) bersama anaknya hendak mencari ikan sebagai mata pencarian kehidupan sehari-hari mereka yang telah dilakoninya sekian lama, sejak tahun 1981 lalu.

Bacaan Lainnya

Naas, korban sekitar pukul 05.30 Wib pagi itu, pun berangkat dari rumahnya yang ditemani anaknya kemudian sekitar pukul 06.30 Wib, pada hari Jumat 6 September 2019 kemarin, ketika itu, sampannya pun diserang hewan Buaya sungai yang diperkirakan sepanjang 8 meter di sungai Simangalam, Kecamatan Kualuh Selatan, Kabupaten Labuhanbatu Utara.

Menurut keterangan warga setempat Buaya yang menyerang diduga berasal dari sungai Kualuh yang imigrasi ke sungai Simangalam. Meskipun dua tahun terakhir terdengar para nelayan setempat sering diserang hewan Buaya di lokasi tersebut.

Korban Mesran (59) ketika dikonfirmasi mengatakan, bahwa kejadian ini, tidak disangka-sangka bakal akan terjadi, mengingat hampir 50 persen sebagai mata pencarian warga adalah berikan ( Mencari Ikan -Red). Meskipun sebelumnya para nelayan memang telah sering mendengar adanya hewan Buaya disetiap tikungan di sungai Simangalam.

Dijelaskan, ketika disampan korban sedang asyik memotong tanduk ikan baung yang baru didapatkannya, tiba-tiba hewan Buaya pun menyerang sampan korban, kemudian sampan korban pun karam, penuh dengan rasa was-was korban pun terpaksa melarikan diri, dengan cara berenang sepanjang dua meter disungai tetapi hewan Buaya itu, tetap menyerang yang akibatnya korban pun mengalami luka gigitan sebanyak 18 jahitan dibagian tubuhnya.

“Saya lantas menciduk top saya yang dapat itu, ikan baung, saya potong tanduknya saya masuk kelaci , tiba-tiba sibuaya itu, menyambar sampan saya, sampan saya pun karam. Dan tiba-tiba saya berenang, lalu mendapat 2 meter didatangi sama Sibuaya itu. Nah sampai disitu, saya pun digigit buaya itu dan saya berdoa berserahkan diri pada sang Kholiq, saya pun akhirnya dilepaskan Sibuaya meskipun terluka”, ujar korban Buaya itu.

Sementara itu, Camat Kualuh Selatan Labura Abdul Hariman, Senin (09/09/2019) menyampaikan, bahwa dirinya telah mendengar warganya mendapat musibah yang diduga menjadi korban penyerangan hewan Buaya dan tadi sudah kita langsung ke TKP sekalian mengencek lokasi dan menelusuri aliran sungai Simangalam tersebut.

“Iya, kedatangan kita tadi dalam menjenguk warga kita, (Nelayan Tradisional) yang kali ini ditimpa musibah bernama pak Mesran (59) diduga serang Buaya dan menyelusuri aliran sungai Simangalam”, sebutnya

Himbauan dari Muspika agar para nelayan yang lain, agar terus selalu berhati-hati dalam menangkap ikan di aliran sungai Simangalam. Sedangkan kedatangan Muspika ini, merupakan bentuk kepedulian yang terkena musibah bagi siapapun yang merupakan masyarakat Kualuh Selatan.

(MahrA)


Loading...

Pos terkait

Loading...