Camat Kualuh Selatan : Ganasnya Buaya Akibat Pendangkalan Fisik Sungai Simangalam

  • Whatsapp

ANALISAPUBLIK.COM | Labuhanbatu Utara – Dua tahun terakhir buaya berulang menyerang para nelayan bahkan penyebab mengganasnya Buaya, akibat pendangkalan fisik sungai Kualuh yang terhubung dengan sungai Simangalam di Kecamatan Kualuh Selatan, Kabupaten Labuhanbatu Utara.

Bahkan diperkirakan 100 kepala keluarga, warga di dua dusun Desa Simangalam, Kecamatan Kualuh Selatan, Labuhanbatu Utara menjadi was-was. Akibat dampak mengganasnya buaya di sungai Simangalam yang menyerang warga setempat.

Bacaan Lainnya

Alhasil, para warga yang sejak dahulu berprofesi sebagai nelayan tradisonal pencari ikan di sungai itu trauma. Konon,

“Ya, mereka menjadi trauma dan ketakutan. Padahal, pekerjaan mereka mencari ikan di sungai itu,” kata Camat Kualuh Selatan, Abdul Hariman, Senin (09/9/2019).

Menurut dia, penyebab mengganasnya buaya di sana, karena terjadi pendangkalan fisik sungai Kualuh yang terhubung dengan sungai Simangalam. Disebabkan, proses eksploitasi sungai Kualuh oleh sebuah perusahaan perkebunan sawit di kawasan itu. Akibatnya, buaya migrasi ke sungai Simangalam.

“Terjadi pendangkalan sungai Kualuh. Lalu buaya pindah ke sungai Simangalam yang lebih dalam. Saat ini, habitat buaya lebih banyak di sungai Simangalam,” urainya.

Ditambahkan Hariman, sejak dulu warga kerap melihat buaya pemakan ikan di kawasan sungai Simangalam. Tapi tak menyerang nelayan. Namun beberapa tahun terakhir warga diserang ketika mencari.

Pihaknya juga, kata Hariman berkordinasi dengan perusahaan perkebunan setempat agar memasang sejumlah pancang di.sungai sebagai batas kawasan pencari ikan.

Kata dia, jenis buaya yang menyerang korban Misran dan menyebabkan mengalami luka robek di sejumlah tubuh adalah jenis buaya tembaga. Kata Hariman, sesuai pengakuan korban, ketika diserang hanya dapat mengingat Allah dengan mengucap takbir di dalam air.

“Korban mengaku mengucap takbir di dalam air. Sehingga buaya melepas gigitnnya,” papar Camat.

Saat ini pihaknya menunggu kepedulian para pawang buaya yang bersedia membantu warga dengan mengamankan lokasi tersebut dari jangkaun hewan ampibi tersebut.

“Kalau ada yang mau membantu, sangat diharapkan agar warga tidak lagi ketakutan,” tandasnya.

Sebelumnya diberitakan, Mesran (59) berprofesi sebagai seorang Nelayan Tradisional warga Dusun Tanjung Alam Desa Simangalam, diterkam hewan Buaya sungai diperkirakan sepanjang delapan meter di Sungai Simangalam, Kecamatan Kualuh Selatan, Kabupaten Labuhanbatu Utara.

(MahrA)


Loading...

Pos terkait

Loading...