Diskominfo Sidoarjo Gelar Bimtek di Prigen

  • Whatsapp

ANALISAPULIK.COM | Sidoarjo – Pemerintah Kabupaten Sidoarjo dalam hal ini Dinas Komunikasi dan Informatika gelar Bimbingan Teknis (Bintek) kepada awak media yang bertugas peliputan di kabupaten Sidoarjo mulai kemarin (22/9), Jumat (13/9/2019).

Dalam gelar Bimtek tersebut penggiat acara menghadirkan dua narasumber yakni Ketua PWI Jatim, Drs. Ainur Rohim dan Arif Lukman Hakim, MM dari Pemprov Jatim. Dan diikuti semua wartawan yang terdaftar di Diskominfo Kabupaten Sidoarjo.

Bacaan Lainnya

Acara yang dibuka oleh Bupati Sidoarjo H. Saiful Ilah, SH., M.Hum menuturkan saya senang bermitra dengan saudara (wartawan), apapun itu kita bersahabat dengan wartawan karena media adalah salah satu sarana yang cepat dan bisa membuat orang lain menjadi tahu dan mengerti akan pemerintah kabupaten sidoarjo,’ tuturnya.

“Saya minta, ayo kita bekerjasama untuk bersama-sama memajukan kabupaten sidoarjo sebab anda merupakan penunjang kita dalam kinerja kita. Saya juga berharap tulislah berita yang benar dan akurat jangan dibuat-buat. Saya juga minta kalau menulis berita harus berimbang jangan hanya menulis sisi kekurangan saja, kelebihannya juga harus anda tulis,’ harapnya.

Ketua PWI Jatim memaparkan topik “Keberimbangan Berita di Era Disruption”. Contoh kecil, jangan menulis berita berdasarkan satu sisi saja, harus dua sisi ini untuk menghindari rasa ketidak puasan apabila satu narasumber yang ditulis tidak puas. Tolong dipahami bahwa Pers dan Medsos itu beda sebab Medsos itu bukan prodak jurnalistik. Jiika wartawan ada perselisihan hukum, kebanyakan berakhir di Dewan Pers dengan catatan bahwa mediavanda sudah ada di Dewan Pers,’ singkatnya.

Sedangkan Arif Lukman Hakim disesi kedua bimtek dengan tema pemaparan “Harus bermitra dengan Medis” mengatakan menjelaskan bahwa seorang wartawan itu mempunyai kekuatan yang sangat kuat karena di dalam menjalankan tugasnya sudah diatur dalam undang-undang no. 40 tahun 1999. Dan jika ada wartawan yang mau menemui narasumber maka narasumber harus bisa mempersilakan untuk bisa menemui, jangan sampai ada narasumber jika mau di temui wartawan sering tidak ada itu bisa dalam penulisannya menjadi tidak bagus,’ katanya,’ tutupnya.

(HERI)


Loading...

Pos terkait

Loading...