Kades Tarokan Nguri-Nguri Budaya Jawa, Gelar Sedekah Bumi

  • Whatsapp

ANALISAPUBLIK.COM | Kediri – Sebagai wujud rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas berkah yang telah diberikan kepada masyarakat sekaligus untuk melestarikan budaya, Pemerintah Desa Tarokan, Kec. Tarokan, Kabupaten Kediri kembali menggelar Sedekah Bumi, yang merupakan salah satu dalam rangkaian kegiatan bersih desa.

Bacaan Lainnya

Acara tersebut dimulai dengan tasyakuran di Balai Desa pada pukul 08.00 pagi. Kemudian dilanjutkan dengan mengarak gunungan buah-buahan dan sayuran ke setiap dusun yang berada di Desa Tarokan.

Kepala Desa dan istrinya serta seluruh perangkat Desa ikut langsung dalam berkeliling mengarak Gunungan dengan pakaian adat jawa.

Kepala Desa Tarokan, Supadi, mengatakan, tujuan diadakan sedekah bumi ini untuk mempererat hubungan antara Pemdes Tarokan dengan masyarakat. “Ini merupakan kesempatan bagi kita bisa
berkeliling ke setiap dusun untuk bersilaturahmi langsung dengan warga karena tidak mungkin setiap
hari bisa dilakukan,” katanya pada Sabtu (14/9/2019).

Sejak kepemimpinan Supadi sebagai Kades Tarokan, Tradisi Sedekah Bumi rutin diadakan satu tahun sekali. Dan tahun ini merupakan tahun keenam dengan sambutan masyarakat yang luar biasa.

Pemerintah Desa Tarokan mengemas acara dengan berbagai pertunjukan kesenian tradisional, dengan tujuan agar supaya warga tidak melupakan kesenian asli Jawa.

Lebih lanjut Supadi memaparkan, rangkaian acara bersih desa diawali dengan menggelar 7 kali pagelaran wayang kulit di 7 tempat berbeda yakni di Punden Dsn Gebangkerep (3/9), di Dsn Sukorejo (9/9), di Dsn Buka’an (10/9), di Balai Desa Tarokan (14/9), di Dsn Geneng (17/9), di Dsn Wates (22/9), dan yang terakhir di Dsn Tarokan (28/9).

Selanjutnya, juga digelar kesenian jaranan di Dsn Sagi (11/9), Ziarah Makam Demang (13/9), pengajian umum yang digelar di dua tempat yaitu di Dsn Buka’an (tanggal 19 dan 22 September) dan di Dsn Jegles (20/9).

Selain itu juga dilakukan peresmian empat karang taruna, yaitu di Dusun Gebangkerep Kulon Kali (5/9), Dusun Pilangbangu (27/9), Dusun Karanglo (29/9) dan Dusun Guworejo (30/9).

Sementara itu untuk kesenian campur sari digelar di Dusun Magersari (24/9) dan Pagelaran Tayup dari Ngrajek yang
diadakan di Dusun Tarokan (25/9).

“Kegiatan ini bertujuan supaya warga bisa nguri-nguri budaya Jawa, sehingga warga tidak lupa pada kesenian asli jawa yang sarat petuah dan makna untuk kehidupan manusia,” papar Kades Supadi, yang saat ini juga mencalonkan lagi.

Disamping itu Supadi juga berharap kegiatan bersih desa bisa terus dilestarikan. Bersih desa merupakan warisan budaya yang wajib dipertahankan. “Melalui tasyakuran ini Desa Tarokan lebih maju, aman dan masyarakat semakin makmur dan sejahtera,” harapnya.

Sutini, salah seorang warga Desa Tarokan yang hadir dalam acara bersih desa tersebut merasa senang dan bangga atas digelarnya acara bersih desa.

“Ya mas, kami merasa senang atas digelarnya acara bersih desa ini. Karena dengan adanya acara bersih desa ini sangat terasa kebersamaan dan kerukunan,” ungkapnya dengan wajah tersenyum.

(mun/pan)


Loading...

Pos terkait

Loading...