Ditinggal Pergi ke Sawah, Rumah Warga Pojok Dilalap Si Jago Merah

  • Whatsapp

ANALISAPUBLIK.COM | Grobogan – Musibah kebakaran melanda rumah warga Dusun Palang RT 03/RW 07 Desa Pojok, Kecamatan Tawangharjo Kabupaten Grobogan. Si jago merah menghanguskan rumah Kasmuri (62) dan Sarpan (62) warga binaan Sertu Danang, anggota Koramil 08/Tawangharjo Kodim 0717/Purwodadi.

Informasi yang berhasil didapat, sumber api diketahui berasal dari salah satu rumah warga yang bernama Kasmuri. Pada saat kejadian rumah dalam keadaan kosong ditinggal pemiliknya pergi ke sawah, tiba-tiba terlihat kobaran api yang menjulur menjilat-jilat dan melahap seisi rumah, kemudian menjalar dengan cepat kerumah Sarpan (62) tetangga dekatnya, Selasa (17/09/2019).

Bacaan Lainnya

Menurut keterangan salah satu saksi Muksan(53), dirinya mengaku sekitar pukul 07.00 WIB melihat kobaran api berasal dari bediang, api yang digunakan untuk menghangatkan sapi. Kemudian dia meminta bantuan kepada tetangga untuk memadamkan api.

“Warga dengan alat seadanya berusaha memadamkan api yang berkobar dan ada yang menghubungi pemadam kebakaran. Tidak lama kemudian petugas pemadam kebakaran lengkap dengan 3 unit mobil Damkar serta unsur-unsur relawan lain dengan cepat dan sigap datang ke lokasi kebakaran, temasuk Babinsa Sertu Danang juga sibuk memadamkan api. Tidak lama api dapat dikuasai, sehingga tidak menjalar lebik jauh,” katanya.

Peristiwa kebakaran ini menghanguskan 2 unit rumah berbentuk Limasan yang terbuat dari kayu jati. Tidak ada korban jiwa dalam musibah kebakaran ini.

“Adapun kerugian atas kejadian tersebut, korban pertama Kasmuri mengalami kerugian materiil sebesar lebih kurang Rp 100 juta. Sedangkan korban kedua, Sarpan sekitar Rp 30 juta,” ucap Danang.

Sertu Danang menghimbau kepada warga binaannya agar lebih berhati-hati serta mengecek terlebih dahulu sebelum meninggalkan rumah.

“Saya berharap kejadian seperti ini tidak terjadi lagi. Maka dari itu, khususnya untuk warga agar juga lebih meningkatkan kewaspadaan. Yang mempunyai ternak peliharaan, jangan mengambil resiko yang berakibat fatal. Apabila meninggalkan rumah, dipastikan lagi tidak ada bediang dirumahnya atau siram dengan air agar mati. Karena musim kemarau semua mudah tersulut api,” pungkasnya.

(Arifin/PndPwd)


Loading...

Pos terkait

Loading...