Terpampang Gambar Kasie Intel Kejari Banyuwangi, Cuitan Status Akun FB Rudi Hartono Latif Menarik Perhatian Netizen

  • Whatsapp

ANALISAPUBLIK.COM | Banyuwangi – Mungkin banyak orang yang sudah tak asing dengan sosok pria bernama Rudi Hartono Latif. Selain dikenal sebagai seorang pergerakan di Bumi Blambangan, ia juga dikenal sebagai ketua asosiasi BPD Kabupaten Banyuwangi.

Muat Lebih

Sosok pria ini juga dikenal aktif di sosial media. Dengan akun Facebook (FB) bernama Rudi Hartono Latif dirinya terkadang memposting cuitan pada status yang membuat para netizen yang berteman dengan akunnya tertarik untuk turut mengomentarinya.

Seperti postingan yang ditulisnya sekitar sehari yang lalu. Dengan postingan foto potongan berita dalam koran salah satu media ternama, yang terpampang jelas gambar sosok pria yang menjabat sebagai Kasie Intelijen Kejaksaan Negeri Banyuwangi, dirinya memberikan keterangan kata-kata yang panjang. Sehingga menarik banyak akun lain mengomentari postingannya tersebut.

Postingan tersebut yang mendapat 34 like dan 34 komentar, berbunyi “Membaca Radar JawaPos kali ini bagiku adalah menyuguhkan berita terlucu ttg statement lucu dr org yg lucu. Wkwkwkkk…
Orang ini… Yaa si beliau ini… beberapa waktu yg lalu datang di BalaiDesa Kepundungan dan ngomong “sukur njeplak” yg ternyata ancamannya kpd BPD cuma omong kosong. Nggedabruz. Yg patut diduga bersalah malah dibela dg ngawur, dan yg benar justru diancam n dipermalukan. Nyaris tidak ada bedanya dg provokator agitator.

Bagi kami para pegiat Desa.. . prilaku dlm menyikapi kasus di Kepundungan itu adalah catatan dosa besar seorang pejabat yg tidak pantas dilakukan oleh pejabat terbodoh sekalipun, apalagi oleh aparat penegak hukum seperti dia. Tentang PUNGLI DI BANYUWANGI… dari dulu sudah jadi perbincangan publik n media, marak terjadi dlm tender proyek, perizinan, galian C, sekolahan, dll… termasuk yg terbaru adalah dlm pelaksanaan program PTSL di banyak Desa. Lha dia apa gk dengar? Gk tau? PUNGLI dan KORUPSI itu ditindak hoey..!! Bukannya cuma warning lantas pembiaran.. apalagi dijadikan komoditi “Jangan-jangan berstatemen keras sperti itu justru tujuannya hanyalah untuk… Hmmmm…. .” bisik pakSareh kepadaku, sambil menahan tawa sekaligus gemes semremet kebelet ngruwez.” Tulisnya diakun Facebooknya.

Selanjutnya, saat dikonfirmasi melalui pesan Whatshap terkait postingannya, Rudi (panggilan akrabnya) mengatakan jika dirinya juga didaulat sebagai ketua PROJO Banyuwangi yang tentunya mendukung program pemerintah.

“Selain menjabat sebagai Ketua Asosiasi BPD, aku saat ini juga didaulat sebagai Ketua PROJO Banyuwangi. Karenanya aku berkepentingan mendukung segala program pemerintah dibawah kepemimpinan Presiden Jokowi yang jufa menjabat sebagai Dewan Kehormatan PROJO”, katanya, minggu malam (6/10/2019).

Program yang menjadi perhatian pihaknya adalah tentang gerakan anti korupsi di segala bidang penyelenggaraan pemerintahan, juga khususnya yang terkait tentang Desa.

Oleh karenanya, lanjut Rudi, Jika jaksa berusia muda yang konon katanya mendapatkan penghargaan sebagai jaksa terbaik itu benar-benar menegakkan hukum tanpa pandang bulu, mestinya bisa lebih pro aktif bukan sekedar mewarning tentang dugaan pungli.

Bahkan ia Juga mencontohkan beberapa Program yang terindikasi terdapat Pungli namun tidak mendapat proses hukum.

“Ada banyak perkara yang harusnya di tindak, Contoh: dugaan pungli program PTSL yang kerap dimuat media terjadi di banyak Desa, mengapa tidak satu pun yang diproses hukum?”, bebernya.

Jika pungli PTSL dibiarkan, bisa jadi akan merembet terus menjadi umum terjadi di Desa-Desa lainnya yang baru akan menjalankannya.

Masih menurutnya, tentang statment pejabat yang di anggap memihak, sudah kami laporkan.

“Dan yang baru terjadi tentang statemen beliau saat di Balai Desa Kepundungan, bagi kami adalah tindakan yang sangat sembrono. Tidak memahami persoalan tapi keburu berpihak”, tegasnya.

Oleh karenanya beliau dilaporkan kepada Kepala Kejaksaan Negeri Banyuwangi oleh kuasa hukum Ketua BPD Kepundungan. Hingga kini kami Asosiasi BPD masih menunggu respon positip Kajari untuk audiensi guna klarifikasi.

Rudi juga Menambahkan bahwa intinya dia setuju atas penegakkan hukum.

“Intinya saya setuju hukum ditegakkan, tapi jangan cuma gertak sambal.” Pungkasnya.

Ditempat terspisah, Kasie Intel Kejaksaan Negeri Banyuwangi, Bagus Nur Jakfar Adi Saputro, di Konfirmasi Melalui saluran Whatsapnya menuturkan bahwa akan berkordinasi dengan PJI.

“Saya baru membaca berita tersebut setelah beberapa kolega mengirimkan ke saya dan secara institusi kami akan berkoordinasi dengan Persatuan Jaksa Indonesia (PJI) dan pimpinan untuk tindak lanjut atas postingan ini.” Ungkapnya.

“Dan selanjutnya hal ini kami serahkan ke institusi Kejaksaan, lantaran semua berpulang kembali kepada pimpinan tertinggi”, tutupnya.

(Bud)


Loading...

Pos terkait

Loading...