Ikaperta Kecam Tindakan Ala Premanisme Dalam Penanganan Dugaan Pengrusakan Mangrove

  • Whatsapp

ANALISAPUBLIK.COM | Mandailing Natal – Buntut kasus dugaan pengrusakan mangrove di sepadan pantai desa sikarakara kecamatan natal, yang diduga dilakukan perusahaan PT. Tri Bahtera Srikandi (TBS) kini masih terus didalami pihak kepolisian.

Bacaan Lainnya

Dalam penanganan kasus ini Ketua Ikatan Pemuda Pemudi Ranah Nata (IKAPERTA) Ikhwan AB, mengecam tindakan yang mengedepankan ala premanisme.

“Mari kita serahkan kasus ini kepihak kepolisian, jangan mengedepankan tindakan sikap ala premanisme, karena negara kita adalah negara hukum ” pungkasnya, Minggu (24/11/19) kepada analisapublik.

Ikhwan mengecam terkait pernyataan eveline pemilik saham terbesar PT. TBS yang sempat viral di beberapa media online, yang menurutnya mengandung nada dugaan ancaman yang mengatakan ” kalau tidak lari, shafron selesai Desember ini”.

Shafron juga salah satu tokoh masyarakat Natal yang aktif menyuarakan dan mengkritik pengrusakan hutan mangrove di pesisir pantai sikarakara natal.

“Kami berharap kasus ini segera diselesaikan, dan menindak perbuatan yang melanggar hukum, karena kami masyarakat natal sudah tiga bulan menunggu duduk perkara kasus ini, dimata hukum semua manusia sama, dan jangan merasa bisa memainkan hukum, karena hukum adalah panglima di negara kita ini,” tegasnya kembali.

Sementara itu, Shafron sudah melaporkan Eveline ke Polda Sumatera Utara terkait pernyataannya yang diartikannya sebagai bentuk ancaman penganiayaan fisik.

Sedangkan kuasa hukum Eveline, Ridwan Rangkuti menilai pernyataan kliennya bukan sebuah bentuk ancaman, namun terkait laporan kliennya ke Polda Sumut atas penghinaan dan hujatan terhadap kliennya di media sosial.

(RUDI SIREGAR)


Loading...

Pos terkait

Loading...