Mengenang Perjalanan Perjuangan Kadet Soewoko

  • Whatsapp

ANALISAPUBLIK.COM | Lamongan – Lamongan setiap tahun mengadakan napak tilas perjalanan kadet soewoko dari Desa Gumantuk ke Pendopo lokatantra lamongan, Sabtu (23/11/19)

Kadet Soewoko, adalah sosok pahlawan yang kisah heroiknya bisa menginspirasi kaum muda. Soewoko yang kelahiran Desa Lumbangsari, Kecamatan Krebet, Malang pada 1928 ini meninggal pada usia yang muda, 21 tahun. Soewoko gugur saat menjadi komandan regu I seksi I kompi I pasukan tamtama Kodim Lamongan.

Bacaan Lainnya

Soewoko meninggal pada 9 Maret 1949 ketika pertempuran yang sengit melawan tentara Belanda di wilayah Desa Gumantuk, Kecamatan Sekaran, Lamongan.

Berdasarkan catatan sejarah Lamongan, kisah nyata heroik perjuangan Kadet Soewoko tersebut terjadi pada Minggu, 9 Maret 1949 menjelang siang. Ketika itu, Soewoko mendapat laporan penduduk kalau ada truk tentara Belanda yang mengangkut 12 tentara Belanda terperosok di parit wilayah Desa Parengan, Kecamatan Maduran.

“Anggota regu ada 8 orang tapi hanya memiliki 7 pucuk senjata yang itupun peninggalan Jepang,” terangnya.

Dengan bekal persenjataan seadanya itu, regu Kadet Soewoko ini tetap bersepakat akan menyerang tentara Belanda dan meninggalkan 1 anggota, yaitu Soemarto, karena kurangnya senjata. dengan menggunakan perahu dan lantas merayap ke lokasi pasukan Belanda tersebut, Mereka sepakat akan menyerang dengan tembakan salvo kalau sudah sampai jarak tembak yang tepat.

“Mendekati sasaran tembak, tiba-tiba datang truk berisi penuh serdadu Belanda untuk membantu truk yang terperosok parit itu sehingga kekuatan Belanda menjadi berlipat sekitar 37 orang,” terangnya.

Meski kekuatan lawan berlipat dan pasukan regu Soewoko terkepung tetapi mereka tidak gentar dan tetap melakukan serangan gencar. Beberapa serdadu Belanda langsung terjungkal ditembak regu Soewoko tapi mereka terdesak dan berencana mundur tapi tidak bisa dilakukan, karena diam-diam sebagian tentara Belanda mengepung.

“Soewoko memutuskan menerobos kepungan musuh menuju Desa Gumantuk Kecamatan Sekaran, 2 orang anggota regu berhasil menerobos kepungan musuh, tapi nahas bagi Soewoko yang tertembak kedua bahunya dan tertangkap,” meski tertembak, Soewoko tetap melakukan perlawanan hingga akhirnya meninggal dunia karena ditusuk dan ditembak oleh pasukan Belanda.

Jenazah Soewoko, kemudian dimakamkan oleh warga setempat di desa Gumantuk, Sekaran. Kini, jenazah Kadet Soewoko bersama tiga temannya sudah dipindah ke taman makam pahlawan Kusuma Bangsa Lamongan.

Kisah heroik Kadet Soewoko tersebut kemudian diabadikan dengan dibangunnya patung Kadet Soewoko pada 1975 dan kata-katanya terakhir juga dipahatkan di patung tersebut. Selain diabadikan menjadi monumen di pintu masuk Lamongan, nama Kadet Soewoko juga diabadikan menjadi nama salah satu jalan di Lamongan.

(Kabiro Lmg : M Nur s .ST)


Loading...

Pos terkait

Loading...