Bupati Pati Resmikan Destinasi Wisata Hutan Bakau

  • Whatsapp

ANALISAPUBLIK.COM | Pati – Bupati Pati meresmikan area konservasi hutan bakau menjadi destinasi wisata yang terletak di Desa Tunggulsari kecamatan Tayu kabupaten pati. Wisata alam yang menyajikan keindahan pantai dengan hutan bakaunya yang luas, menjadi salah satu unggulan dari berbagai tempat wisata di Pati yang sangat beragam.

Dalam peresmian tersebut, Bupati Pati H. Haryanto, SH, MM, M. Si mengatakan bahwa pihak pengelola harus lebih menyiapkan sarana dan prasarana yang memadai. Terutama terkait kebersihan, sehingga pengunjung yang datang akan lebih menikmati suasana alam.

Bacaan Lainnya

“Untuk menunjang sarana kebersihan tersebut kami serahkan gerobak sampah dan tempat sampah. Jangan sampai orang ke sini terganggu karena tempatnya kurang bersih,” ucap Haryanto, Minggu (24/11/2019).

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Pati mendorong pemerintah desa setempat agar memanfaatkan dana desa untuk pengembangan pariwisata yang ada di desa ini. Selain itu, Bupati mendorong kepada masyarakat setempat untuk menghasilkan karya berupa kerajinan yang bernilai ekonomis.

“Kalau bisa dikelola dengan baik, nanti akhirnya bisa menambah pengunjung, bisa menambah pendapatan desa. Selain itu juga membangkitkan ekonomi masyarakat. Ini nantinya bisa dimanfaatkan sebagai cendera mata. Yang tak kalah penting, manfaatkan media sosial untuk promosi. Buatlah konten kreatif yang sekiranya bisa menarik pengunjung,” imbuhnya.

Sementara itu, Dandim 0718/Pati Letkol Arm Arief Darmawan, S.Sos menyampaikan betapa pentingnya menjaga pantai, salah satunya dengan penanaman mangrove. Untuk itu, sudah kesekian kalinya Kodim 0718/Pati beserta para pencinta alam dan komunitas menggalakkan penanaman mangrove.

“Salah satu menjaga agar pantai tidak abrasi dan sebagai tempat berkembang biak ikan. Hal lain yang bisa dipetik hikmahnya setelah mangrove itu tumbuh, bisa dikembangkan sebagai tempat wisata seperti di Desa Tunggulsari ini,” ujar Dandim.

Kepala Desa Tunggulsari Jarot Supriyanto mengatakan, wisata di desanya mengusung konsep wisata Mina Mangrove. Ia menjelaskan, terdapat hamparan tanaman bakau hijau-rimbun seluas 30 hektar.

“Pada setengah hektar di antaranya, telah dibangun trek-trek kayu dan gardu pandang yang dapat menjadi lokasi berfoto ria,” kata Jarot.

Dengan makin banyaknya tempat wisata, semakin banyak pula pilihan masyarakat untuk mengisi waktu liburnya, terutama wisata untuk menikmati alam.

(Arifin/Sol)


Loading...

Pos terkait

Loading...