Jelang Musim Tanam, Petani dan Babinsa di Grobogan Gropyok Tikus

  • Whatsapp

ANALISAPUBLIK.COM | Grobogan – Puluhan petani dibantu aparat TNI anggota Koramil 06/Penawangan dan puluhan Mahasiswa Untag Semarang melakukan upaya pembasmian hama tikus dengan sistem gropyokan. Hasilnya, ratusan tikus dapat ditangkap dan dimusnahkan.

Gropyokan tikus dilakukan di areal persawahan desa Karang Pahing kecamatan Penawangan kabupaten Grobogan. Sistem gropyokan tikus ini dilakukan dengan menyiram lubang atau sarang persembunyian tikus dengan ember serta menyangkulnya.

Bacaan Lainnya

Hama tikus merupakan salah satu ancaman yang serius dan klasik bagi tanaman padi. Jika para petani lengah, hama tikus mampu meluluhlantakkan areal persawahan yang saat ini sudah memasuki Masa Tanam Pertama (MT1) dan bisa mengakibatkan gagal panen.

“Pada MT1 padi ini, para petani harus mewaspadai serangan hama tikus sawah sewaktu-waktu. Sebagai langkah antisipasi kerusakan yang akan timbul, kita harus proaktif memburu ditempat persembunyiannya untuk mengurangi populasinya, agar tidak terlalu membahayakan,” tutur Serka Sutejo, Senin (25/11/2019).

Serka Sutejo menambahkan bahwa meski menggunakan peralatan seadanya, dirinya bersama para petani dapat memaksimalkan hasil tangkapan dan berharap para petani dapat meningkatkan hasil tanamnya.

“Dengan kerjasama dan komunikasi yang intens ini, semoga dapat menjadikan suntikan semangat bagi para petani demi meningkatkan kuantitas dan mutu hasil panen padi, terutama di wilayah Kecamatan Penawangan. Kegiatan seperti ini akan rutin dilaksanakan. Guna mensukseskan program Swasembada pangan yang dicanangkan pemerintah, sehingga TNI bersama PPL harus melaksanakan pendampingan kepada para petani,” ungkapnya.

Sementara itu, Kades Karang Pahing, Agus mengatakan bahwa upaya perang terhadap hama tikus sawah ini merupakan salah satu sarana untuk meningkatkan hasil panen petani di wilayahnya.

“Dengan adanya pendampingan dari TNI, secara berkelanjutan kami optimis akan mendapatkan hasil panen terbaik tahun ini. Sebagai buktinya dalam gropyok sawah bersama ini kami berhasil menangkap ratusan tikus dengan peralatan seadanya,” kata Agus.

(Arifin/PndPwd)


Loading...

Pos terkait

Loading...