6 Pelaku Narkoba Jaringan Internasional Diringkus Ditresnarkoba Poldasu

  • Whatsapp

ANALISAPUBLIK.COM | Medan – Sebanyak 6 orang pelaku Narkoba jaringan Internasional Malaysia-Aceh-Medan bersama barang buktinya yang ada di paparkan oleh Direktorat Reskrim Narkoba Poldasu di halaman depan Satnarkoba Mapoldasu, Selasa (26/11/2019) sekira jam 13.25 WIB.

Berlangsungnya kegiatan Konfrensi Pers tersebut, selain menghadirkan para tersangka dan barang buktinya juga dihadiri oleh Kapoldasu Irjen Pol Drs. Agus Andrianto,SH,MH, Kabid Humas Poldasu Kombes Pol Tatan Dirsan, Dirnarkoba Poldasu, Pju Poldasu, pihak BNNK Sumut dan pihak Lembaga GRANAT serta sejumlah media yang ada hadir.

Muat Lebih

Adapun dalam pemaparan yang berlangsung, Dir Narkoba Poldasu Kombes Pol Hendri Marpaung dihadapan wartawan menjelaskan kronologis penangkapan terhadap para tersangka yaitu :

“Adapun kronologis penangkapan yang dilakukan Unit 2 Subdit I Ditresnarkoba Poldasu terhadap ke 6 orang tersangka ini yaitu berdasarkan dari adanya informasi dari masyarakat yakni pada hari Kamis tanggal 07 Nopember 2019 sekira jam 20.00 WIB, ada 2 (dua) orang laki-laki membawa Narkotika Jenis shabu dari Aceh menuju Medan selanjutnya petugas Kepolisian Unit 2 Subdit II Ditresnarkoba Polda Sumut melakukan penyelidikan di Jalan Lintas Sumatera Utara Kota Pinang Kabupaten Labuhan Batu Selatan yang kemudian tepat pada hari Jumat tanggal 08 Nopember 2019 sekira jam 00.45 Wib di Jalan Lintas Sumatera Utara Kota Pinang Kabupaten Labuhan Batu Selatan dimana pihak petugas Kepolisian Unit 2 Subdit I Ditresnarkoba Polda Sumut memberhentikan 1 (satu) unit mobil Pathner warna silver No. Pol. BM 1399-JQ dan melakukan pemeriksaan terhadap 2 (dua) orang laki-laki atas nama Iswandi alias Aseng (Inisial I alias A) dan Eko Lesmana alias Eko (inisial EL Als. E),” jelas Dir Narkoba Poldasu dihadapan sejumlah media.

Disebutkanya kembali menjelaskan dimana tersangka Iswandi alias Aseng (Inisial I alias A) dan Eko Lesmana alias Eko (inisial EL alias E) yang juga turut disita barang bukti berupa : 1 buah tas ransel warna merah didalamnya terdapat 10 bungkus kemasan teh cina merk GUANYINWANG warna hijau berisikan Narkotika jenis Sabu seberat lebih kurang 10.124,2 (seribu seratus dua puluh empat koma dua) gram.

Lalu penangkapan yang kedua oleh Unit 2 Subdit II Ditresnarkoba Polda Sumut dari hasil keterangan tersangka Iswandi alias Aseng (Inisial I alias A) dan Eko Lesmana alias Eko (inisial EL alias E) dilakukan pengembangan oleh pihak petugas dilapangan.

“Pada hari Selasa tanggal 12 Nopember 2019 sekira jam 00.30 Wib tepatnya saat berada di pintu tol Helvetia Kecamatan Sunggal Kabupaten Deli Serdang diberhentikan 1 (satu) unit mobil terios warna hitam No. Pol. BL 1087-PG dan melakukan pemeriksaan terhadap 1 (satu) orang laki-laki atas nama Azwar (Inisial A) yang selanjutnya tersangka dan barang bukti yang ada dibawa ke mako Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumut untuk proses lebih lanjut. Sementara pada tersangka Azwar (Inisial A) turut disita barang bukti berupa 1 bungkusan Coffee Alicaffe berada dibawah jok depan sebelah kiri yang didalamnya berisikan Narkotika Jenis Pil Ecstasy sebanyak 3.000 (tiga ribu) butir dan serbuk Narkotika Jenis Pil Ecstasy yang berupa serbuk sebanyak 8 (delapan) bungkus plastik klip seberat lebih kurang 811 (delapan ratus sebelas) gram,” sebut Kombes Pol Hendri Marpaung kembali.

Dikatakanya jika penangkapan yang dilakukan kembali oleh Unit 2 Subdit II Ditresnarkoba Polda Sumut dari hasil keterangan tersangka Azwar (Inisial A) yang kemudian dilakukan pengembangan oleh Petugas Kepolisian dari Unit 2 Subdit II Ditresnarkoba Polda Sumut dan pada hari Senin tanggal 18 Nopember 2019 sekira jam 00.45 Wib di pintu masuk Tol Binjai Kota Binjai diberhentikan 1 (satu) unit mobil Toyota Avanza warna hitam No. Pol. BL 1180-UL dan melakukan pemeriksaan terhadap 2 (dua) orang laki-laki bernama Saripuddin M Jafar (Inisial SMJ) dan Saifuddin (Inisial S) yang selanjutnya dilakukan penggeledahan terhadap mobil tersangka yang kemudian tersangka beserta barang bukti dibawa ke mako Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumut untuk proses lebih lanjut.

“Jadi dari tersangka Saripuddin M. JAFAR (Inisial SMJ) dan Saifuuddin (Inisial S) turut disita petugas barang buktinya berupa : 1 (satu) buah tas jinjing di bagasi belakang mobil yang terdapat didalamnya 30 (tiga puluh) bungkus teh berwarna hijau yang bertuliskan Gwanyinwang berisikan Narkotika jenis Sabu dengan berat keseluruhan seberat lebih kurang 30 (tiga puluh) Kg. Lalu penangkapan yang kempat dilakukan oleh pihak petugas Unit 4 Subdit III Ditresnarkoba Polda Sumut dan dari hasil keterangan tersangka Saripudin M Jafar (Inisial SMJ) dan Saifuddin (Inisial S) dilakukan pengembangan oleh Petugas Kepolisian dari Unit 4 Subdit III Ditresnarkoba Polda Sumut,” jelasnya.

Lanjutnya kembali menyebutkan, “Kemudian pada hari Rabu tanggal 20 Nopember 2019 sekira jam 03.00 Wib, oleh petugas memberhentikan 1 (satu) unit sepeda motor merk Honda CB150R warna hitam No. Pol. BK 5014-SAG kemudian melakukan penangkapan terhadap 1 (satu) orang laki-laki bernama Edy Syahputra S alias Edy (Inisial ESS Als. E), setelah dilakukan interograsi diperoleh keterangan bahwa Edy Syahputra S alias Edy (Inisial ESS Als. E) menyimpan Narkotika Jenis sabu di Dusun I Desa Tiang Layar Kecamatan Pancur Batu Kabupaten Deli Serdang tepatnya di ladang sawit,” jelasnya lagi.

Lalu dengan gerak cepat oleh personil petugas Kepolisian Unit 4 Subdit III Ditresnarkoba Polda Sumut membawa Edy Syahputra S alias Edy (Inisial ESS Als. E) ke lokasi yang ditunjukkan tersangka.

“Tersangka Edy Syahputra S. Als Edy (Inisial ESS Als. E) turut disita barang bukti berupa 1 (satu) buah kaleng warna silver yang didalamnya terdapat 30 (tiga puluh) bungkus plastik bening tembus pandang yang berisikan narkotika jenis shabu dengan berat keseluruhan seberat 2.747 (dua ribu tujuh ratus empat puluh tujuh) gram netto, 3 (tiga) bungkus plastik bening tembus pandang yang dibalut dengan lakban warna coklat yang berisikan narkotika jenis shabu dengan berat keseluruhan seberat 2.954 (dua ribu sembilan ratus lima puluh empat) gram netto, 1 (satu) bungkus plastik teh warna hijau yang bertuliskan tulisan Cina QING SHAN berisikan narkotika jenis shabu seberat 990 (sembilan ratus sembilan puluh) gram netto. Sehingga jumlah keseluruhan seberat 6.691 (enam ribu enam ratus sembilan puluh satu) gram netto,” sebutnya menjelaskan dihadapan wartawan.

“Atas perbuatan para tersangka ini telah melanggar hukum dengan Tindak Pidana Narkotika dikenakan Pasal 114 Ayat (2) dan atau Pasal 112 Ayat (2) Jo. Pasal 132 Ayat (1) UU RI No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman Pidana dengan pidana mati, pidana penjara seumur hidup atau paling singkat penjara 6 (enam) tahun dan paling lama 20 (dua puluh) tahun dan pidana denda paling sedikit Rp. 1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah) dan paling banyak Rp 10.000.000.000,00 (sepuluh miliar rupiah) dan dengan tertangkapnya barang bukti yang ada dari tersangka berupa Narkotika Golongan I Jenis Sabu seberat lebih kurang 46,81 (empat puluh enam koma delapan puluh satu) Kg, masyarakat yang diselamatkan sebanyak 468.100 (empat ratus enam puluh delapan ribu seratus) Orang dengan asumsi 1 gram sabu untuk 10 orang pengguna,” sebut Kombes Pol Hendri sembari menambahkan ada juga barang bukti Narkotika Golongan I Jenis Pil Ecstasy sebanyak 3.000 (tiga ribu) butir, masyarakat yang diselamatkan sebanyak 3.000 (tiga ribu) Orang dengan asumsi 1 butir Pil Ecstasy untuk 1 orang pengguna.

Terangnya lagi mengatakan, “Adanya barang bukti Serbuk Narkotika Golongan I Jenis Pil Ecstasy seberat lebih kurang 811 (delapan ratus sebelas) gram dimana masyarakat yang diselamatkan sebanyak 811 (delapan ratus sebelas) orang dengan asumsi 1 gram serbuk Pil Ecstasy untuk 1 orang pengguna dan total keseluruhan anak bangsa yang diselamatkan sebanyak 471.911 (empat ratus tujuh puluh satu ribu sembilan ratus sebelas) orang,” pungkas orang nomor satu di Direktorat Satuan Reserse Narkoba Poldasu dihadapan media yang selanjutnya dari hasil wawancara wartawan dengan Hincan Panjaitan yaitu salah satu anggota DPR RI mengataka jika untuk obat terapi narkoba yang paling mujarab adalah bisa dilakukan dengan Tuak.

“Obat untuk terapinya dapat dilakukan dengan memakai tuak dengan catatan, air tuak tersebut benar asli tanpa adanya campuran apapun, kalau ada yang mencampur tuak dengan menggunakan oplosan lain dimana kita minta supaya pihak Kepolisian untuk segera menangkap para pelaku pengoplos tuak nya. Jadi kita harap di Provinsi Sumut ini khususnya di Kota Medan ini dapat bebas dari bahaya peredaran narkoba,” ujarnya.

(ADE)


Loading...

Pos terkait

Loading...